Pemkot Mataram Gelar Simulasi Pelayanan Dapur Umum di Huntara Nelayan

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat menggelar simulasi dapur umum lapangan sebagai bentuk kesiapsiagaan penanganan bencana di Hunian Sementara (Huntara) Pondok Pelangi Nelayan di Bintaro, Kecamatan Ampenan.

Simulasi pelayanan dapur umum lapangan yang dilaksanakan oleh Tagana Dinas Sosial Kota Mataram di Mataram, Senin, dihadiri Wali Kota Mataram Ahyar Abduh dan melihat langsung bagaimana proses kerja Tagana menyiapkan makanan serta mengecek berbagai kelengkapan peralatan dan fasilitas di dapur umum.

“Saya menilai, operasional dapur umum lapangan sebagai bagian kesiapsiagaan bencana alam baik dari SDM, logistik maupun peralatan, sudah siap. Tapi kita tetap berdoa semoga tidak terjadi bencana,” katanya.

Dia mengatakan simulasi pelayanan dapur umum lapangan ini menjadi bagian dari apel siaga menghadapi bencana yang telah dilaksanakan pada Senin (16/11), untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam secara cepat dan tepat.

Hal itu sesuai dengan informasi dari BMKG yang menyebutkan, mulai November 2020 hingga beberapa bulan ke depan akan terjadi cuaca ekstrem sebagai dampak potensi La Nina.

La Nina memicu terjadinya bencana hidrometeorologis, seperti banjir dan tanah longsor, akibat curah hujan tinggi hingga potensi rob, puting beliung, hujan lebat, disertai angin kencang.

“Terutama bagi warga di pesisir pantai sepanjang sembilan kilometer. Karena itu, kegiatan simulasi kita lakukan di kampung nelayan sebab mereka berada di kawasan rentan bencana,” katanya.

Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Baiq Asnayati sebelumnya mengatakan pelayanan dapur umum lapangan di Bintaro pernah dibuka pada Desember 2019.

Waktu itu, katanya, kawasan tersebut menjadi tempat relokasi nelayan Lingkungan Pondok Perasi, Kecamatan Ampenan yang tempat tinggalnya dieksekusi. Sekarang, sudah dibuatkan huntara.

Dalam pelayanan, saat itu dapur umum lapangan disiagakan petugas untuk melayani warga di lokasi huntara, karena mereka baru saja dieksekusi dan belum memiliki tempat tinggal.

“Kami menyiapkan bahan makanan, selain nasi juga berupa mi instan dan air mineral yang bisa dimasak langsung oleh warga di dumlap (dapur umum lapangan). Hari ini, kita melakukan simulasi untuk antisipasi bencana alam lainnya dengan memberikan pelayanan serupa,” katanya. (Ant)