Pemkot Mataram Menyiapkan Bantuan Untuk Nelayan Tidak Melaut

Dokumen: nelayan di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menambatkan perahunya setelah melaut. (Inside Lombok/ ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiapkan bantuan kepada sekitar 150 nelayan yang tidak melaut dalam beberapa pekan terakhir ini karena cuaca ekstrem.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Hj Baiq Asnayati di Mataram, Jumat, mengatakan bantuan nelayan tidak melaut akan diberikan sesuai dengan usulan dari aparat kelurahan agar tepat sasaran.

“Yang sudah mengajukan untuk bantuan nelayan sekitar 150 kepala keluarga (KK). Rinciannya, 70 KK di Lingkungan Pondok Perasi, 47 KK di Kampung Bugis dan 33 KK di Lingkungan Bintaro Jaya,” katanya.

Adapun jenis bantuan, lanjutnya, disesuaikan dengan persediaan logistik yang ada di Dinsos. Dimana, saat ini stok logistik yang ada hanya air mineral dan mi instan.

“Logistik tersebut, sekarang sedang kita siapkan untuk didistribusikan melalui kelurahan. Harapannya, bantuan yang kita berikan dapat mendukung penenuhan kebutuhan nelayan selama tidak melaut,” katanya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Mahfuddin Noor sebelumnya mengatakan kondisi cuaca ekstrem saat ini sesuai prediksi BMKG bahwa status siaga bencana alam terjadi sampai 30 April 2021. Bahkan dalam beberapa hari terakhir ini terakhir ini terjadi cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang dan gelombang pasang.

“Ketinggian gelombang saat ini mencapai 1,5 meter hingga 2 meter sehingga masih berpotensi terjadi abrasi pantai dalam beberapa hari ke depan, serta tidak memungkinkan nelayan untuk melaut,” katanya.

Bahkan pada Kamis malam (28/1-2021), sekitar pukul 24.00 Wita, sebanyak enam rumah yang ditempati 6 KK di Lingkungan Mapak Indah, Kelurahan Jempong terdampak abrasi pantai dan mengalami rusak berat.

“Saat itu, tim kami langsung melakukan penanganan cepat dengan membuat tanggul darurat menggunakan karung berisi pasir untuk menahan gelombang bagi warga yang rumahnya rusak berat,” katanya. (Ant)