Pemkot Mataram: Penanganan Virus Corona Renah Pemerintah Provinsi

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Effendi Eko Saswito. (Foto: Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram menyatakan berbagai upaya antisipasi dan penanganan virus corona yang saat ini sedang menyerang warga China, menjadi ranah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Pemerintah provinsi sudah bekerja sama dengan kabupatan/kota yang menjadi pintu masuk daerah Nusa Tenggara Barat, seperti di Bandara Internasional Lombok yang berada di Kabupaten Lombok Tengah dan Pelabuhan Lembar di Kabupaten Lombok Barat,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Effendi Eko Saswito di Mataram, Senin.

Sementara, sambung Sekda, Kota Mataram dalam hal ini sifatnya menerima. Artinya, warga termasuk para wisatawan yang datang baik melalui darat maupun udara sudah mendapatkan pemeriksaan sesuai standar yang ditetapkan begitu tiba di pintu masuk bandara dan pelabuhan.

“Karena itulah, dalam hal ini kita tidak melakukan upaya antisipasi. Tetapi kita tetap mengimbau masyarakat agar selalu waspada,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi saat dikonfirmasi wartawan, Usman dengan singkat dan tegas mengatakan upaya antisipasi menjadi kebijakan pemerintah provinsi.

“Silahkan tanya ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB,” katanya singkat.

Berdasarkan informasi dari sejumlah media menyebutkan, virus corona sudah pernah ditemukan di berbagai binatang dan binatang itu bisa menularkan ke manusia seperti virus MERS yang ditularkan dari unta ke manusia. Namun untuk virus corona yang baru ditemukan di China ditengarai ditularkan oleh ular atau kelelawar.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi yang dikonfirmasi terkait dengan dampak pariwisata terhadap virus corona dan kebijakannya untuk menerima atau tidak kunjungan wisatawan dari China, hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban. (Ant)