Pemkot Mataram Segera Resmikan Taman “Bako”

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera meresmikan Taman Bako atau “bawak kokok” dalam bahasa suku sasak yang artinya bawah kali, di Lingkungan Sukaraja Timur, Kecamatan Ampenan, sebagai salah satu pusat rekreasi warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Mataram HM Kemal Islam di Mataram, Selasa, mengatakan, proyek pembangunan Taman Bako tersebut saat ini sudah mencapai 95 persen dengan total anggaran Rp9,1 miliar.

“Proyek tersebut saat ini dalam tahap perampungan, dan kita targetkan Taman Bako akan diresmikan akhir bulan Oktober 2020,” katanya.

Taman Bako itu, katanya, dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti layaknya taman-taman kota lainnya di beberapa tempat, seperti, pedestrian, permaian anak, jembatan penyeberangan, dan tiga lapak kuliner untuk pedagang.

“Siapa yang akan menempati lapak itu, akan kita kerja samakan dengan camat, lurah dan kepala lingkungan setempat,” katanya.

Sementara untuk pengawasan, pihaknya telah menempatkan tiga orang petugas yang siaga memantau  areal Taman Bako.

Menurutnya, dana sebesar Rp9,1 miliar untuk penataan Taman Bako tersebut merupakan bantuan dari Kementerian PUPR, yang digabung dengan penataan kawasan kumuh dengan pembuatan jalan sepadan sungai di Kelurahan Kebun Sari perbatasan dengan Kelurahan Pejeruk, dengan total areal yang ditata sekitar 3,4 hektare.

“Penyelesaian proyek yang sumber anggaran dari pemerintah pusat tersebut, menjadi bukti bahwa Kota Mataram betul-betul dapat melaksanakan program penataan kawasan kumuh di tengah pandemi COVID-19,” katanya.

Dikatakan, keberhasilan Kota Mataram dalam melaksanakan program penataan kawasan kumuh termasuk program pemugaran rumah tidak layak huni (RTLH) mendapat apresiasi dari pemerintah pusat karena Mataram dinilai mampu melaksanakan program di tengah pandemi COVID-19.

“Kinerja dan kesungguhan kita dalam menjalan program harus kita buktikan untuk memberikan kepercayaan kepada pemerintah. Apalagi, tahun depan kita akan mendapatkan bantuan Rp20 miliar untuk penataan lingkungan kumuh Karang Tapen,” sebut Kemal. (Ant)