Pemkot Mataram Tunggu Undangan Provinsi Terkait TPA Regional

162
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Effendi Eko Saswito di Mataram. (Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, menunggu undangan dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, untuk duduk bersama membahas penyiapan tempat pembuangan akhir (TPA) regional baru, mengingat usia TPA Kebon Kongok kurang dari setahun.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Effendi Eko Saswito di Mataram, Jumat, mengatakan dalam hal ini bukan pemerintah kota yang harus mendorong pemerintah provinsi, tetapi pemerintah provinsilah yang mestinya mengajak kabupaten/kota terkait untuk duduk bersama membahas hal tersebut.

“TPA Kebon Kongok itu awalnya milik pemerintah kota, tapi sudah kita serahkan menjadi TPA Regional, sehingga semua tanggung jawab pengelolaannya ada di provinsi,” katanya.

Dengan menjadi TPA regional, kata dia, bukan hanya Kota Mataram saja yang membuang sampah ke TPA Kebon Kongok, tetapi kabupaten/kota lainnya yang terdekat juga bisa membuang ke TPA regional.

“Jadi kita tunggu saja kapan pemerintah provinsi mengajak kita duduk bersama untuk mencari solusi terhadap relokasi TPA regional. Dalam hal ini, provinsi lebih paham batas usia TPA tersebut,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura, terhadap hasil kajian usia TPA yang kurang satu tahun, pemerintah provinsi diharapkan cepat mencari alternatif TPA regional baru.

“Kalau sudah TPA regional, tanggung jawab pengelolaanya penuh di provinsi. Jadi bukan siapa yang menyumbang sampah paling banyak, sebab kabupaten lain saya rasa debit sampahnya juga banyak,” ujarnya.

Ketua Pokja Perumahan dan Permukiman, Air minum dan Sanitasi (PPAS) Kota Mataram, Samsul sebelumnya menyampaikan, kondisi TPA Regional Kebon Kongok saat ini juga sangat memprihatinkan, air ledengnya sudah meluap di sekeliling TPA menjadi pencemaran lingkungan bahkan belum lama ini sempat terjadi kebakaran di kawasan tersebut.

Dia mengatakan belum lagi kondisi fisik TPA Regional Kebon Kongok saat ini sudah mencapai ketinggian 13 meter dari permukaan tanah belum lagi cekungannya.

Kondisi itu, menurut dia,  diperparah lagi dengan pipa gas untuk membuang gas metan di dalam TPA semuanya sudah tertutup sampah, sehingga potensi meledak sangat besar.

“Potensi ledakan dan kebakaran bisa terjadi kapan saja, karena tidak ada gas metan yang dikeluarkan,” katanya. (Ant)