Pemkot: Revitalisasi Pusat Kerajinan Mutiara Mataram Segera Dimulai

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengatakan, kegiatan revitalisasi pusat kerajinan mutiara, emas dan perak di MCC (Mataram craft center) di Kawasan Sekarbela, dengan total pagu anggaran Rp2,4 miliar bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) 2020, segera dimulai.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura di Mataram, Kamis, mengatakan, dari anggaran tersebut akan dikerjakan secara bertahap dan untuk tahap pertama dialokasikan Rp1,2 miliar.

“Untuk tender revitalisasi MCC sudah selesai, bahkan pemenangnya sudah ada. Jadi proyek revitalisasi pusat kerajian mutiara, emas dan perak di MCC bisa segera dilaksanakan,” katanya.

Dari laman LPSE Kota Mataram, disebutkan pemenang tender pengerjaan revitalisasi MCC adalah CV Cemerlang Membangun. Perusahaan asal Praya Lombok Tengah itu menang tender dengan harga penawaran Rp1.051.093.517,70.

“Sekarang sedang memasuki masa sanggah. Kalau sudah selesai langsung ke penandatangan kontrak,” kata Mahmuddin.

Mahmuddin menambahkan, untuk kegiatan revitalisasi MCC, pemerintah pusat memperpanjang proses laporan persiapan proyek. Semula ditarget dan dibatasi sampai tanggal 31 Agustus, diberikan keringanan (relaksasi) dengan memperpanjang proses laporan sampai 30 September.

“Tapi meski ada perpanjangan, laporan tetap kita tergetkan tuntas 31 Agustus, agar bisa kerja cepat dan tidak menunda-nunda lagi dan prosesnya sesuai dengan yang kita rencanakan,” katanya.

Plt Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan UKM Kota Mataram I Gusti Ayu Yuliani, sebelumnya mengatakan, revitasliasi MCC akan dirubah menjadi lebih baik dan menjadi pusat edukasi serta pariwisata sesuai dengan konsep yang sudah ada.

“Jadi kami tidak ada merubah konsep apapun, revitalisasi MCC kita laksanakan sesuai dengan konsep yang sudah disusun sebelumnya,” katanya.

Revitalisasi MCC katanya, dikonsep menjadi objek pariwisata dengan pendekatan hiburan dan edukasi, serta menetapkan industri kerajinan emas mutiara sebagai produk unggulan Kota Mataram.

“Kita akan menyediakan mini theater yang akan memutar film durasi pendek tentang bagaimana proses budidaya mutiara hingga menjadi sebuah kerajinan tangan unggulan dan bernilai tinggi,” katanya.

Dengan demikian, keberadaan MCC tidak hanya fokus sebagai sentra jual beli emas, perak dan mutiara melainkan juga sebagai pusat edukasi, hiburan dan wisata.

Namun, dalam proses pengerjaanya tidak ada pedagang yang direlokasi, sebab kegiatan revitalisasi hanya dilaksanakan pada lantai dua, karena akan dirubah menjadi satu lantai. Jadi 10 los yang ada dilantai dua akan dibongkar dan 8 lokal di bagian belakang dijadikan bengkel atau tempat pengrajin bekerja.

“Saat proses revitalisasi, sejumlah pedagang yang masih memanfaatkan tokonya di lantai satu tetap bisa beraktivitas. Tidak ada pedagang yang kita relokasi,” katanya. (Ant)