Pemkot Upayakan Bantuan Rumah Korban Kebakaran di Selagalas

26
Korban kebakaran duduk di rumah semi permanen yang akan ditempati sementara waktu sambil menunggu rumahnya diperbaiki. (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Sebanyak dua rumah rusak akibat kebakaran yang terjadi di Kelurahan Selagalas, Selasa (17/5) dini hari kemarin. Dua keluarga pun menjadi korban peristiwa tersebut, di mana dua orang harus mendapat perawatan intensif di RSUP NTB karena luka bakar serius.

Salah seorang korban Hj. Hasibatulaini, Kamis (19/5) pagi mengatakan anggota keluarga yang saat ini dirawat di RSUP NTB adalah anaknya. Selain itu ibunya juga menderita luka bakar hampir di seluruh tubuh akibat kejadian tersebut.

“Itu luka parah yang di rumah sakit. Sekarang belum sadar dia itu ibu saya. Terkena semua dia. Korban yang satu (anaknya, Red) akan dioperasi karena patah. Tiga sebenarnya yang luka sama saya ini juga kena,” tuturnya.

Untuk biaya perawatan di rumah sakit dia mengaku akan ditanggung semuanya. Karena semua anggota keluarga sudah memiliki BPJS kesehatan. “Kita sudah punya BPJS itu,” ujarnya.

Untuk sementara waktu semua anggota keluarga menempati bangunan semi permanen yang tidak jauh dari rumahnya yang dilalap si jago merah. Namun terkait dengan tawaran pemerintah untuk menempati rumah susun sederhana sewa (rusunawa) menurutnya lebih baik tinggal di bangunan semi permanen di dekat rumahnya tersebut.

“Kita tinggal dulu sementara disini,” terangnya. Ia menerangkan, setelah peristiwa kebakaran pemerintah sudah memberikan bantuan terutama kebutuhan pokok. Namun korban mengharapkan agar bantuan perbaikan rumah bisa segera direalisasikan. Sehingga bisa menempati bangunan yang layak.

“Ya bisa segera agar kita bisa beribadah di tempat yang layak,” harapnya.

Sementara itu Lurah Selagalas, Yusrin mengatakan bantuan kebutuhan pokok akan diberikan selama seminggu ke depan. Pasalnya saat ini, semua anggota keluarga belum bisa beraktivitas seperti sebelumnya karena masih membersihkan sisa-sisa kebakaran tersebut.

“Itu seminggu ke depan kayak beras dan kebutuhan lainnya. Tadi juga ada bantuan dari Baznas berupa uang tunai,” katanya.

Selain bantuan dari pemerintah, pihak kelurahan juga berharap adanya swadaya dari masyarakat sekitar untuk membantu korban. Baik bantuan kebutuhan pokok maupun membantu membersihkan rumah korban. “Alhamdulillah warga kita mau membantu,” ujarnya.

Untuk perbaikan rumah yang rusak, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait sudah melakukan asesmen. Sehingga nantinya bisa diketahui jumlah bantuan yang dibutuhkan untuk perbaikan. “Masalah sumber dana kita sudah bicara. Kalau saya sebagai lurah ini bisa segera diperbaiki,” harapnya. (azm)