Pemprov NTB Minta Program Siaran Perbanyak Konten Lokal

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Provinsi NTB meminta agar sistem stasiun jaringan (SSJ) yang ada di daerah memperbanyak siaran dan konten lokal untuk mengangkat citra dan budaya di Provinsi NTB.

“Karena dalam UU Penyiaran sudah diamanatkan bahwa kewajiban lembaga penyiaran memenuhi 10 persen waktu siaran untuk konten lokal,” kata Kepala Dinas Kominfotik NTB Najamuddin Amy, Kamis (29/4/2021) di Hotel Aston In Kota Mataram.

Kegiatan evaluasi siaran SSJ ini bertujuan mengevaluasi program siaran terkait perpanjangan izin penyelenggaraan penyiaran. Ia berharap semua SSJ di daerah khususnya NTB memiliki moral dan itikad baik demi membangun NTB Gemilang dengan cara-cara yang baik.

“Salah satu caranya adalah mengangkat dan mempublikasikan hasil pembangunan daerah berupa konten-konten lokal daerah. Untuk itu sinergi dan kebersamaan serta kepedulian SSJ membangun NTB Gemilang mesti sejalan dengan misi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB,” tegasnya.

Hal sama diungkapkan oleh Ketua Komisi I DPRD Provinsi NTB Sirajudin. Ia menilai bahwa amanat UU penyiaran harus dipenuhi dengan memberikan ruang untuk konten lokal sebesar 10 persen guna mempublikasikan kearifan lokal daerah. Oleh karena itu, ia mengimbau pemerintah daerah memiliki legalitas standing terkait penyiaran konten lokal.

“Menegaskan kepastian hukum di daerah agar ada perda yang mengatur tentang konten lokal untuk TV nasional,” harapnya.

Dalam evaluasi tersebut, para komisioner KPID NTB juga menyoroti masih minimnya siaran lokal. Dari 12 SSJ di NTB, siaran lokal hanya diberi durasi selama 1 jam dari yang semestinya durasi waktunya 2,1 jam. Bahkan menurut salah satu Komisioner KPID Arwan Syahroni, penayangan konten lokal disiarkan pada dini hari. Termasuk siaran acara yang berulang.

“Ini sebagian catatan kami. Kami mengingatkan bahwa SSJ berkewajiban untuk menayangkan konten lokal,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekarressia Phatria Zhahara dari perwakilan Metro TV menyampaikan akan terus memperbaiki siaran untuk konten lokal di NTB. Selain itu, pihaknya juga akan merajut sinergi dan kebersamaan untuk membangun daerah melalui penayangan budaya dan kearifan lokal daerah.

“Kami berkomitmen mewujudkan siaran yang sehat dan menerapkan amanat UU Penyiaran,” ungkapnya.