Pemprov NTB Upayakan Maksimalkan SDM di Bidang Kesehatan

Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah saat memberi sambutan dalam kegiatan visitaai KKI di Aula Rinjani RSUD Provinsi NTB, Jumat (18/6/2021). (Inside Lombok/Diskominfotikntb).

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) berkomitmen untuk membangun sumber daya manusia berkualitas di bidang kesehatan.

“Komitmen kami sungguh-sungguh karena kami menyadari urusan SDM ini sulit dan butuh waktu lama,” ujar Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Djalilah di Aula Rinjani Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi (RSUDP) NTB, Jumat (18/6/2021).

Wagub menjelaskan, NTB yang termasuk ke dalam wilayah Indonesia Timur masih tertinggal di sektor sumber daya manusia. Oleh karena itu, Pemprov NTB memiliki PR untuk mempercepat pembangunan SDM dan mengejar ketertinggalan dari daerah lain dengan tetap mengutamakan kontrol kualitas sebagai prioritas.

Untuk itu, Pemprov NTB tidak dapat melakukan hal tersebut tanpa adanya bantuan dari pihak lain. Pemprov NTB harus bersinergi dan bekerjasama dengan seluruh stakeholder di sektor masing-masing.

“Begitu pula dengan pembukaan program studi dokter spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Mataram ini sebagai upaya percepatan pembangunan SDM sektor kesehatan yang harus sepenuhnya didukung,” katanya.

Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB Qomarul Islamiyati mengatakan, dalam proses pendidikan dokter spesialis nantinya selain kualitas dokter secara keilmuan, SDM kesehatan juga harus melayani dengan tulus, santun, dan terampil serta berahlak mulia.

Sebab, salah satu indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah pendidikan dan kesehatan yang keluarannya adalah tenaga kesehatan profesional yang berdampak pada kemajuan bidang pelayanan kesehatan.

“Relevansinya dengan program studi dokter bedah dan obstetri ginekologi FK Unram adalah angka kematian ibu dan bayi dan kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Harapannya, pembukaan program studi dokter spesialis FK Unram yang saat ini tengah melalui proses visitasi oleh Konsul Dokter Indonesia dapat segera terwujud.