Pemuda Kecamatan Pujut Dijanjikan Jadi Pekerja Prioritas di Sirkuit Mandalika

Pemuda di Kecamatan Pujut Dijanjikan jadi prioritas untuk bekerja di sirkuit Mandalika, Rabu (9/6/2021). (Inside Lombok/istimewa)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Pembangunan Sirkuit Mandalika sudah mencapai 77 persen. Akan tetapi, Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan bekerja di sirkuit tersebut dinilai belum tersentuh pelatihan atau pembinaan, terutama di Kecamatan Pujut.

Padahal, tenaga kerja yang nantinya bekerja di sirkuit tersebut dituntut untuk memiliki keterampilan. Setidaknya kemampuan berbahasa Inggris.

Hal itu dikatakan Ketua Karang Taruna Kecamatan (KTK) Pujut, Sri Anom Putra Sanjaya saat kegiatan Sosialisasi tenaga kerja MotoGP yang diadakan oleh Mandalika Grand Prix Association (MGPA) pada Selasa, (8/6/2021) kemarin di Aula Kantor Camat Pujut.

“Jangan hanya fokus terhadap pembangunan fisik saja, sementara SDM diabaikan. Untuk marshall saja yang hanya pegang bendera diharuskan paling tidak bisa berbahasa Inggris, lalu nanti jangan ada dalih pemuda kami di Kecamatan Pujut tidak di terima dengan alasan tidak memenuhi kualifikasi,” cetusnya.

Menanggapi hal itu, Head Operation Sporting Mandalika International Street Circuit, Dyan Dilato mengatakan, pihaknya setuju untuk menyampaikan informasi mengenai perekrutan tenaga kerja dan hal lain di KEK Mandalika kepada KTK Pujut.

Dia juga menjanjikan akan memprioritaskan pemuda-pemuda Pujut untuk bekerja di sirkuit Mandalika. Saat itu, dia juga menjelaskan kalau tenaga marshall untuk MotoGP sebenarnya belum direkrut. Adapun kegiatan yang dilangsungkan bersama para pemuda beberapa bulan lalu hanya sosialisasi bisa terkait dengan rencana rekrutmen tenaga marshall.

“Tidak ada bedanya mereka yang mengikuti sosialisasi dengan pemuda yang di sini saat ini. Dan justru kami siap 100 Persen tenaga marshall ini dihandle oleh pemuda-pemuda di kecamatan Pujut,” ujarnya.

Camat Pujut, Lalu Sungkul mengakui kalau KTK Pujut memang sangat getol mengingatkan pemerintah maupun PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) serta MGPA terkait hak-hak pemuda untuk mendapatkan pekerjaan di KEK Mandalika.

“Karena ini memang tuntutan Karang Taruna Desa di bawah,”katanya.

Senada dengan itu, Sekretaris Forum Kepala Desa Kecamatan Pujut Lalu Minaksa mengatakan, pemuda di kecamatan Pujut diharapkan tidak di-PHP (diberi harapan palsu) oleh pemerintah maupun pengelola KEK Mandalika.

Dia berharap, ada transparansi di dalam perekrutan tenaga kerja di sirkuit dan KEK Mandalika. Hal itu terkait dengan kabar rekrutmen tenaga marshall beberapa bulan lalu.

“Kami punya pemuda di KTK. Jadikan mereka tim, dan KTK Pujut akan jalan bersama FKD supaya prioritaskan pemuda Pujut dan perhatikan juga desa-desa yang lain terkait dengan segala hal pembangunan di Mandalika,”tegas Kades Rembitan tersebut.

Sementara Managing Director The Mandalika, Bram Subiandoro pada sosialisasi itu menayangkan update progress terkini pembangunan KEK Mandalika termasuk progres pembangunan Sirkuit Mandalika dan kebutuhan-kebutuhan tenaga kerja kedepan.

“Ini yang sudah kita kerjakan, dan ini juga persentase kebutuhan tenaga kerja kita sampai beberapa tahun ke depan, ini adalah perkiraan bukan kepastian, jadi nanti untuk hal-hal lain selain marshall, Karang Taruna Kecamatan Pujut silahkan kita atur jadwal untuk kita kupas lebih detail, perwakilan saja beberapa orang,”imbuhnya.

Di akhir, Anom menyampaikan bahwa akan menyiapkan data kepemudaan di kecamatan Pujut sebagai pedoman untuk perekrutan tenaga kerja ke depan.

“Nanti kami Koordinasi bersama Forum Kepala Desa untuk menyiapkan data-data tersebut yang tentunya akan disusun bersama teman-teman Karang Taruna Desa di bawah, kami jalan bersama dan satu pintu,”katanya.