Penadah dan Pelaku Curanmor di Bukit Merese Ditangkap Polisi

Pelaku diduga penadah dan pencurian sepeda motor yang sering beroperasi di Bukit Merese Desa Kuta yang diamankan polisi, Jum'at (30/4/2/2021). (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)– Satuan Reskrim Polres Lombok Tengah menangkap seorang pemuda yakni MA Alias Badi (22) di wilayah Kecamatan Pujut, Lombok Tengah yang diduga memiliki motor hasil curian. Pelaku juga diduga merupakan penadah di Bukit Merese Desa Kuta yang kerap meresahkan warga.

“Penadahan curanmor di Merese. Kan di situ sering ada preman. Informasi dari masyarakat di sana resah karena ada yang malak,” kata Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP Putu Agus Indra, Jum’at (30/4/2021).

Dia mengatakan, penangkapan terhadap MA dilakukan pada hari Kamis, 29 April 2020 sekitar Pukul 11.30 WITA.

MA ditangkap di Kawasan Bukit Merese Pantai Tanjung Aan. Pemuda tersebut diamankan oleh Tim Puma Polres Lombok Tengah, saat diperiksa pelaku tidak bisa menunjukkan surat-surat kelengkapan berkendara.

“Penangkapan pelaku berdasarkan informasi dari masyarakat, bahwa pelaku juga kerap melakukan pemerasan kepada pengunjung di lokasi wisata,” kata Kasat Reskrim, Jumat, di Praya.

Menurutnya, Sepeda motor merek Honda Beat yang dikuasai pelaku diduga motor yang hilang di Kawasan Dusun Gerupuk Desa Sengkol Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah pada hari Rabu, 28 April 2021.

“Oleh karena itu, pelaku beserta barang bukti selanjutnya dibawa ke kantor Mapolres Lombok Tengah guna proses penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut,” ujar dia.

Agus mengatakan, barang bukti yang diamankan satu unit Honda Beat Pop warna merah putih tanpa nomor polisi.

Atas perbuatannya, MA dijerat dengan pasal 480 KUHP tentang penadahan, dengan ancaman hukuman empat tahun kurungan penjara.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membeli motor dengan harga yang murah, apalagi tidak memiliki surat-surat kendaraan. Dicurigai motor tersebut hasil curian yang dijual Kembali oleh para pelaku.