Penanganan Anak Jalanan di Mataram Harus Libatkan Semua Pihak

Anjal di Kota Mataram. (Inside Lombok/ist)

Mataram (Inside Lombok) – Masih adanya dugaan eksploitasi pada anak di Kota Mataram harus menjadi perhatian bersama. Penanganan terhadap masalah sosial tersebut tidak saja dilakukan oleh OPD terkait, melainkan mulai dari tingkat lingkungan.

Anggota DPRD Kota Mataram, Nyayuk Ernawati mengatakan penangkapan dua orang ibu-ibu yang diduga melakukan eksploitasi pada anak merupakan tindakan tegas dari pemerintah. Hal ini agar bisa memberikan efek jera kepada oknum yang melakukan dugaan eksploitasi pada anak.

“Ini sudah pelanggaran hak dan UU perlindungan anak. Kalau mereka dikasih hati ya terus mereka. Saya pernah nemu anak perempuan jam 10 malam di perempatan AMM begitu saya mau foto mereka lari dan bahkan nyumpaq (berkata kotor, Red) dia,” katanya, Selasa (24/1) pagi.

Ia mengatakan, penanganan anak jalanan, gelandang pengemis harus melibatkan semua pihak. Mulai dari Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Satuan Polisi Pamong Praja, Lurah hingga lingkungan. Dengan begitu, penanganan bisa lebih maksimal. “Ini memang harus kerjasama semua pihak,” tegasnya.

Ia mencontohkan, jika para pengemis membutuhkan pekerjaan mungkin bisa diakomodir oleh pemerintah daerah. Misalnya menjadi petugas kebersihan baik penyapu jalan atau membersihkan kantor pemerintah. Pemberian pekerjaan ini juga harus dengan komitmen bahwa pengemis tersebut tidak lagi meminta-minta. “Misalnya dia butuh pekerjaan ini ibu oknum X bisa diberikan jadi petugas kebersihan penyapu jalan supaya tidak menyuruh anak kecil-kecil ini,” katanya.

Metode ini sudah diterapkan di beberapa daerah lain dan dinilai cukup efektif untuk menangani keberadaan anak jalanan dan pengemis. Sementara untuk anak-anak yang masih sering beroperasi di jalan diupayakan agar bisa tetap kembali ke sekolah. “Anak-anak tetap sekolah. harus sama-sama kita. Semua pihak,” ucapnya.

Disisi lain, para pengendara disarankan untuk tidak lagi memberi anak-anak yang meminta-minta di jalan. Karena tindakan tersebut akan membuat mereka tambah betah untuk berada di jalan. Selain itu, keberadaan mereka dijalanan akan sangat membahayakannya. “Kita bukan tidak mau memberikan tidak mau bersedekah. Tapi memberikan anak-anak di jalan diperdaya untuk mereka tetap dijalan dan itu sangat berbahaya bagi mereka,” katanya.

Masyarakat diminta untuk menyalurkan sumbangnya ke lembaga resmi yang ada. Sehingga bisa digunakan bagi yang membutuhkan. “Kalau mau memberi, langsung ke lembaga yang menaungi mereka kan jelas,” tegasnya. (azm)