Pendistribusian JPS Kota Mataram Tahap Pertama Tuntas

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat saat mengunjungi salah satu titik pengisian paket bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Kota Mataram pada Kamis (16/7/2020). (Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, pendistribusian paket jaring pengaman sosial (JPS) kepada 50 kelurahan yang merupakan sisa tahap pertama untuk jatah April 2020 sebanyak 12.745 paket sudah tuntas.

“Kini tinggal tugas kelurahan melakukan distribusi kepada 12.745 kepala keluarga (KK), yang berhak karena terdampak secara ekonomi akibat COVID-19,” kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Kota Mataram Mahmuddin Tura di Mataram, Senin.

Total warga Kota Mataram yang mendapatkan paket JPS dengan sumber anggaran dari APBD Kota Mataram sebanyak 32.548 KK. Pada tahap pertama telah didistribusikan 19.803 paket, dan terhenti karena banyaknya masukan dari kelurahan terkait dengan warga yang belum terakomodasi, kemudian dilakukan evaluasi dan validasi data, sehingga terakomodasi tambahan 12.745 KK.

Dia mengatakan dalam pendistribusian JPS sisa tahap pertama itu, isi paketnya sama persis dengan isi paket pendistribusian sebelumnya, antara lain beras 10 kilogram, 10 butir telur, satu liter minyak goreng, sarden, empat bungkus biskuit, satu kilogram gula, sabun cair dan sabun batas satu bungkus dengan total per paket Rp250 ribu.

Hal itu berdasarkan kesepakatan tim asistensi, untuk isi sisa JPS bulan April sebanyak 12.745 KK sama seperti pendistribusian sebelumnya agar tidak terjadi kecemburuan sosial.

“Sedangkan untuk jatah bulan Mei dan Juni isi beda dengan April, karena kita mengakomodasi lebih banyak hasil olahan UMKM warga di Kota Mataram. Khusus untuk telur kita ganti diganti jenis pangan olahan seperti abon ikan, kerupuk kulit atau kue kering dengan pertimbangan, telur mudah pecah,” ujarnya.

Dia mengatakan sebelum dilakukan pendistribusian ke kantor lurah, tim JPS Mataram terlebih dahulu melakukan pengecekan ke gudang empat rekanan yang ditunjuk untuk pengadaan JPS.

“Saat kita sidak (inspeksi mendadak) pada Kamis (16/7), kita menemukan adanya takaran beras, gula yang kurang, abon dan kerupuk yang tidak berlabel dan keterangan kedaluwarsa, tapi langsung diganti sebelum didrop ke kelurahan,” katanya.

Setelah didrop, lanjutnya, sekitar 99 persen isi paket memenuhi syarat. Namun, ada beberapa warga Kelurahan Kebun Sari yang menemukan masih ada yang kurang berat sedikit atau masih dalam toleransi.

Namanya masyarakat, lanjutnya, tidak mau kurang sedikit pun, misalnya gula satu kilogram atau 1.000 gram, harus 1.000 gram. Padahal timbangannya 999 atau hanya kurang nol koma sekian. Tapi karena warga minta diganti, penyedia langsung mengganti, begitu juga dengan beras.

“Yang diganti hanya isi paket yang dinilai volumenya kurang. Kasus itu hanya terjadi di satu kelurahan, sedangkan kelurahan lainnya tidak ada,” katanya.

Mahmuddin mengatakan setelah proses pendistribusian sisa JPS pada April, saat ini tim sedang menyiapkan untuk pendistribusian JPS tahap kedua untuk jatah Mei dan tahap ketiga untuk Juni dengan jumlah sasaran 32.548 KK.

“Kita targetkan pendistribusian JPS Mei dan Juni rampung sebelum Idul Adha 1441 Hijriah,” katanya. (Ant)