Penemuan Mayat Bayi di Pantai Uringan Gegerkan Warga Kuranji

63
Mayat bayi perempuan yang ditemukan warga di tepi Pantai Uringan, Desa Kuranji, Kecamatan Labuapi, Senin (04/07/2022) malam. (Inside Lombok/Istimewa)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Penemuan mayat bayi kembali terjadi di Lombok Barat. Kali ini mayat bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan di pinggir Pantai Uringan, Dusun Padang Reak, Desa Kuranji, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat.

Mayat bayi itu pertama kali ditemukan oleh warga yang hendak memancing pada Senin (04/07) malam, sekitar pukul 21.30 Wita. “Berawal informasi masyarakat Dusun Padang Reak, sehingga tim unit Reskrim dan anggota jaga Polsek Labuapi langsung menindaklanjuti terkait penemuan mayat bayi atau orok ini,” ungkap Kapolsek Labuapi, Iptu Agus Priyo Wahyono saat dikonfirmasi, Selasa (05/07/2022).

Agus menuturkan, awal mula penemuan mayat bayi tersebut, saat seorang warga bernama Zulkarnaen (34) selaku pelapor hendak memancing. Saat itu ia bersama saksi lainnya bernama Zainudin (55) berjalan menepi ke bibir pantai.

“Lalu pelapor menginjak gundukan pasir dan mereka merasa curiga akan gundukan pasir tersebut. Kemudian pelapor menunduk dan melihat ada selembar kain yang tertanam,” tuturnya. Pelapor bersama saksi pun menggali gundukan pasir tersebut, sembari menarik ujung kain yang tertanam di sana.

“Ternyata pelapor melihat orok bayi dalam keadaan terbungkus kain warna coklat dan kuning. Di mana kondisi orok bayi yang diketahui berjenis kelamin perempuan itu, sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut saksi pun langsung melaporkan peristiwa itu ke Polsek Labuapi yang kemudian langsung mendatangi TKP. “Kita langsung mendatangi TKP dan telah membawa mayat bayi atau orok tersebut ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk melakukan penitipan dan kemudian melakukan otopsi bedah mayat,” bebernya.

Saat ini pihak kepolisian pun tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku pembuangan mayat bayi tak berdosa tersebut. “Masih kita selidiki, siapa pelaku pembuang bayi atau orok tersebut,” tandasnya. (yud)