Pengakuan Intan Kumalasari: Punya Lima Kolam untuk Konten Live TikTok Mandi Lumpur, Berawal dari Ikuti Tren

Lokasi live mandi lumpur di Lombok Tengah. (Inside Lombok/ist)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Intan Kumalasari (30), warga Desa Setanggor, Praya Barat, Lombok Tengah (Loteng) tengah menjadi sorotan. Ia dan suaminya mengelola akun TikTok @intan_komalasari92 yang menyuguhkan konten mandi lumpur yang dilakoni orang tua – orang tua di desanya.

Intan pun menceritakan awal mula dibuatnya konten live dengan konsep mandi lumpur di sebuah kolam kecil berisi air itu. Di mana suaminya, Sultan Ahyar, membuat konten itu mengikuti tren viral yang sebelumnya ada di luar Pulau Lombok.

“Karena ikuti tren, kan banyak juga yang viral di TikTok. Bahkan yang mandi lumpur saja kan juga ada,” katanya kepada Inside Lombok, Kamis (19/1/2023).

Dikatakan Intan, Sultan Ahyar yang tidak lain adalah suaminya bekerja sebagai seorang sopir travel. Di TikTok, mereka pun pernah mencoba membuat konten lain seperti live jualan, dan lain-lain. Namun konten itu tidak banyak yang tonton dan tidak mendapatkan hasil.

“Sudah setahunan mulai ngoten, tapi baru bulan Desember kemarin baru mulai konten seperti itu. Dia yang mandi dan tap layar, baru tetangga ikut-ikut sampai ngantre karena mereka tau bisa mendapatkan uang,” ujarnya.

Sekarang, Intan dan suaminya punya lima buah kolam yang dibuat untuk produksi konten live TikTok tersebut. Semuanya dikelola oleh Sultan Ahyar sendiri.

Lantaran banyak tetangganya yang juga ingin ikut melakukan live, Intan dan suaminya pun membuat sistem bagi hasil dengan para talent mereka. “Kolamnya ada lima sekarang. Dulu memang ada satu, kalau ada live kadang dapat Rp2 juta bagi dua,” pungkasnya.

Salah satu talent yang juga merupakan tetangga Intan, Sadam (21) mengungkapkan ia sering membuat konten seperti mengupas telur, jualan baju dan barang lain melalui live TikTok. Namun tidak ada yang menonton.

“Saya dulu ngonten di TikTok jualan baju dan celana, tapi tidak ada yang nonton dan tidak ada yang beli,” katanya. Diceritakan Sadam, ia mencoba membuat live dengan mandi lumpur mulai jam 10 hingga 12 malam, baru mendapatkan hadiah atau gift dari penonton.

“Kalau mawar itu kita guyur dua kali, macam jenis gifnya. Saya pernah live tiga jam dapet empat juta,” ujarnya. Selama melakukan live di TikTok sekitar dua minggu, Sadam mengaku bisa mengumpulkan uang jutaan rupiah hingga saat ini. “Kurang lebih saya sudah melakukan live dua minggu ini, sudah dapat sekitar Rp10 jutaan,” pungkasnya. (fhr)