Pengerajin Tenun Sukarara Tetap Produksi Meski Terkendala Pemasaran

Seseorang sedang melihat-lihat kain tenun di salah satu art shop di desa Sukarara, Senin (21/6/2021). (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Sebagian pengerajin tenun di desa Sukarara Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah tetap berproduksi di masa pandemi Covid-19. Hal itu dilakukan meski terkendala pemasaran.

“Sebagian saja yang tetap berproduksi jumlah pengerajin yang aktif sekitar 1.759 pengerajin dari total 3000 an orang. Tapi pasarnya ini yang tidak ada,”kata salah satu pelaku usaha tenun di desa Sukarara, Syamsul Bahri, Senin (21/6/2011).

Pelaku usaha yang juga Ketua Himpunan Pramuwisata Lombok Tengah ini mengatakan, sekarang pengerajin tenun di desa Sukarara hanya berharap pada warga lokal untuk memasarkan produknya.

Karenanya, rencana pemerintah Lombok Tengah yang akan mewajibkan ASN dan juga siswa untuk menggunakan tenun sebagai seragam sangat diharapkan segera direalisasikan.

“Padahal itu katanya mau jadi program kerja 100 hari pemerintah. Kita sangat berharap ini segera direalisasikan,”katanya.

Menurut dia, kalau penggunaan tenun bagi bagi guru dan ASN ini direalisasikan, bukan hanya tenun produksi desa Sukarara yang akan hidup. Namun juga tenun di desa lain. Pasalnya, jumlah ASN maupun siswa di Lombok Tengah yang akan membutuhkan kain tenun ini sangat banyak.

“Harapannya itu disegerakan. Kalau itu dilakukan akan ada harapan baru bagi pengerajin,”ujarnya.