Penilaian Aksi Konvergensi Stunting Akan Ditambah

Pemda Lotim saat mendampingi Tim Penilai Aksi Konvergensi Stunting, Senin (19/07/2021). (Inside Lombok/PKP Setda Lotim).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Penilaian penanganan kasus stunting tingkat kabupaten/kota di NTB akan ditambah, hal itu dilakukan untuk meningkatkan semangat sekaligus kinerja penanganan kasus stunting oleh pemerintah kabupaten/kota.

Ketua Tim Penilai, Hualid menyampaikan tahun 2021 dalam penilaian kinerja aksi konvergensi stunting, terdapat penilaian tambahan, seperti kabupaten terinovatif, terfavorit, dan stand display terbaik.

“Lotim kan sudah dapat peringkat ke-2 dalam prestasi Ter-reflikatif, semoga bisa dipertahankan

Mengingat prestasi Lombok Timur tahun sebelumnya, sebagai peringkat ke-2, dan prestasi lainnya yaitu sebagai Kabupaten Ter-replikatif, Hualid berharap Lombok Timur dapat mempertahankan posisi tersebut.

Sementara itu Sekda Juaini Taopik berharap agar konvergensi tahun 2021 tidak hanya lada level pemerintah kabupaten, namun juga l sampai ke level desa. Terkait hal itu, Bupati Lotim juga telah mengatur tentang pengelolaan APBDes dimana 20% APBDes tersebut untuk penanganan stunting.

“Stunting menjadi persoalan semua pihak,
Diakuinya stunting merupakan persoalan semua pihak. Stunting disebabkan oleh sua faktor yakni 30 % faktor critical kesehatan dan 70 % faktor sensitive,” katanya.

Penyebab tingginya angka kasus stunting tidak terlepas dari banyaknya pernikahan dini dan KDRT. Menurut Juaini, peran keluarga harus diutamakan. Sementara progres penanganan stunting di Lotimaudah semakin membaik, dari 117.442 jumlah balita, hanya ditemukan 22.527 atau setara dengan 19,62%.

Juaini berharap agar kasus stunting di Lotim semakin membaik dengan semua inovasi yang telah dibuat Pemda Lotim, tentunya juga dibutuhkan kerjasama semua pihak.