Penunjang Olahraga Masih Minim, Lobar Butuh Stadion

147
Kepala Dispora Lobar yang baru, H. Arbain Ishak. (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Di tengah gemerlapnya perkembangan sepak bola Lombok Barat, kenyataan bahwa kabupaten tersebut hingga kini belum memiliki stadion yang seharusnya dapat menjadi penunjang adalah ironi tersendiri. Padahal, tim sepak bola asal Lobar seperti Perslobar telah mampu mewakili NTB maju di liga nasional.

“Kan sangat ironi, kita punya Perslobar yang punya prestasi, tapi sarana pendukung (stadion) kita tidak punya,” ketus kepala Dispora Lobar yang baru, H. Arbain Ishaq, Selasa (12/04/2022).

Ia tak dapat memungkiri saat ini Lobar belum memiliki fasilitas sarana olahraga yang memadai. Sehingga pihaknya pun berencana melengkapi kekurangan-kekurangan tersebut.

“Untuk ke depan kita sudah mewacanakannya (ada stadion). Karena kita harus ada fasilitas yang memadai,” tegasnya.

Terlebih, kata dia, Ketua KONI NTB telah mewacanakan gelaran PON ke depan dapat diselenggarakan di provinsi NTB untuk menjadi tuan rumah. “Jika itu benar terjadi, kita tidak ingin menjadi penonton,” lugasnya.

Selain tidak memiliki stadion, fasilitas penunjang untuk olahraga lainnya pun belum ada di Lobar. Misalnya seperti sarana penunjang untuk cabang olahraga (cabor) atletik.

“Kalau untuk badminton, pimpong maupun pencak silat kita sudah memiliki gedung olahraga (GOR) mini yang bisa untuk menyelenggarakan event,” tambahnya.

Kendatipun, lanjut Arbain, di Lobar banyak lapangan terbuka. Namun, dalam gelaran event besar, pihaknya kesulitan untuk mengurus izin keramaian. “Kalau tidak ada stadion, paling tidak kita di Lobar memiliki lapangan yang mirip-mirip stadion lah,” harapnya.

Tetapi bila pembangunan stadion yang direncanakan harus bergantung pada APBD, itu dirasanya akan cukup sulit. Sehingga untuk mewujudkan rencana pembangunan stadion di Lobar, pihaknya berencana mencari pihak ketiga yang mungkin bersedia berinvestasi.

“Kita akan cari pihak ketiga yang mau berinvestasi di Lobar terkait sepak bola. Kita akan upayakan mencari dana. Kalau mengandalkan daerah dengan kondisi sekarang, kita agak berat,” keluhnya.

Dia juga mengakui bahwa dulu, sebelum pandemi Covid-19 menyerang, Pemkab Lobar melalui Dispora Lobar sempat mewacanakan membangun stadion di wilayah Desa Gapuk Gerung. Bahkan, pengajuan anggaran telah dilakukan ke Kementerian Pemuda dan Olahraga RI sebesar Rp25 Miliar.

“Kita mendapat respon dan diminta menyiapkan lahan, dan salah satunya di Dusun Batu Mulik, Desa Gapuk Gerung,” tutur mantan Dirut RSUD TRIPAT ini. Namun, semenjak pandemi Covid-19 menyerang, rencana itu pupus begitu saja. “Kita akan mencoba lagi untuk menindaklanjutinya,” sambungnya.

Arbain mengaku, sebagai Kepala Dispora Lobar, dirinya tak ingin dikatakan pilih kasih dengan posisinya sebagai Ketua ASKAB PSSI Lobar. Dia berjanji akan memberi perhatian lebih bagi cabor-cabor lainnya.

“Kita tidak hanya akan fokus di sepak bola, tapi semua cabor akan kita upayakan prestasinya meningkat. Dispora ini bukan hanya sepak bola, ada cabor dan juga agenda kepemudaan yang wajib kita jalankan,” tandas Arbain. (yud)