Penutupan Mendadak Pasar Hewan di Lombok Tengah karena PMK, Pedagang Bersitegang dengan Petugas

253
Petugas mencegat salah satu truk pengangkut hewan, Sabtu (14/5/2022) (Inside Lombok/Fahri)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Sejumlah pedagang yang berjualan di Pasar Hewan Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah menolak penutupan pasar yang akan dilakukan petugas, Sabtu (14/05/22).

Diketahui penutupan persuasif pasar hewan tersebut merupakan upaya mengantisipasi penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi ternak. Terlebih kasus PMK telah ditemukan di sejumlah tempat di Kabupaten Lombok Tengah, salah satunya di Desa Kelebuh, Kecamatan Praya Tengah.

Para pedagang sebenarnya tidak menolak penutupan pasar. Namun disesalkan tidak adanya sosialisasi penutupan sejak awal. Mengingat di hari penutupan para pedagang membawa banyak stok dagangan, sehingga akan merugikan jika tiba-tiba pasar ditutup.

“Saya tidak menolak sebenarnya, tapi tidak pernah ada sosialisasi dari kemarin. Kalau ditutup hari ini, siapa yang akan ganti rugi dengan barang saya ini,” kata Inak Mar, salah seorang pedagang nasi campur di pasar tersebut

Inaq Mar menegaskan apapun yang menjadi dalih pemerintah untuk menutup pasar hari ini, pihaknya akan tetap berjualan dan melakukan jual beli seperti biasa.

“Apapun alasannya pemerintah, kalau hari ini kami akan tetap berjualan. Soalnya tidak pernah ada sosialisasi terlebih dahulu sebelumnya,” tegasnya.

Senada, pedagang sapi di Pasar Hewan Desa Batunyala, Bayan mengatakan bahwa sikap dinas terkait yang mendadak hendak menutup pasar sangat disayangkan. Bahkan para pedagang diakui baru mengetahui bahwa pasar akan ditutup ketika sudah sampai di lokasi.

“Ya saya kaget lah, karena sebelumnya saya tidak pernah diberitahukan sejak awal. Kalau kita diberitahukan pasti kita tidak datang,” kata pedagang sapi dari Jerowaru, Lombok Timur tersebut.

Bayan berharap agar wabah virus PMK yang dikhawatirkan menyerang ternak ini cepat berlalu. Supaya aktivitas jual beli di pasar hewan dapat berjalan lancar seperti biasa.

“Harapan saya saat ini, semoga penyakit ini cepat selesai, supaya kita dapat berjualan kembali. Kalau untuk tiga minggu ke depan saya ndak datang,” harap Bayan.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Lombok Tengah, Lalu Taufikurrahman yang lansung turun ke lokasi membenarkan upaya penutupan pasar secara persusaif sempat mendapat penolakan keras dari para pedagang yang berjualan di sana.

Bahkan petugas dan para pedagang sempat bersitegang, hingga ada kesepakatan untuk diberikan berjualan hanya untuk hari ini saja. Namun pasar akan dibuka kembali tiga pekan ke depan.

Kedatangan pihaknya di pasar hewan saat itu disebutnya hanya untuk memberikan kesadaran terhadap para pedagang dan perternak bahwa PMK telah menyebar di Lombok Tengah. Sehingga, ia meminta kepada seluruh pedagang ternak untuk tidak datang ke pasar sementara waktu.

Ia pun memberikan kelonggaran kepada para pedagang untuk tetap berjualan hari ini. Namun untuk pekan ke depannya akan ditutup sampai minggu ketiga.

“Kita memang hari ini tujuannya untuk mensosialisasikan bahwa virus ini sudah ada, dan supaya tidak menjalar ke sapi yang lain,” kata Taufikurrahman.

“Dan kami mengimbau masyarakat untuk tidak berjualan untuk tiga minggu ke.depan, itu hanya sementara kok,” ucapnya.

Sementara, Kapolsek Praya Tengah, Iptu Agus Priyatno saat dikonfirmasi menegaskan pihaknya saat itu hanya membantu dalam pengamanan penutupan persuasif saja. Namun dengan kondisi banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa pasar akan ditutup, sehingga warga diberi kelonggaran untuk tetap membuka pasar.

“Kita hanya membantu mengamankan persuasif penutupan sementara saja,” kata Kapolsek. Ditegaskan, untuk hari ini warga masih dapat melakukan jual beli seperti biasanya. Namun untuk ke depannya tidak diperbolehkan.

“Mulai Sabtu ke depan akan ditutup sementara selama tiga minggu,” tegasnya. (fhr)