Penyakit Tahunan, Harga Cabai Mulai Merangkak Naik

Salah satu pedagang cabai di pasar Renteng di sela-sela melayani pembeli, Jum’at (3/12/2021). (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Harga cabai di pasar tradisional Lombok Tengah terus merangkak naik. Jika sebelumnya harga bumbu dapur tersebut hanya Rp15 ribu per kilogram, kini harganya sudah mencapai Rp30 ribu per kilogram.

Kenaikan harga tersebut diprediksi akan terus melambung tinggi karena dipengaruhi oleh kondisi cuaca. “Sudah beberapa hari ini harga cabai naik dan pembeli sekarang menurun,” kata Sunardi, salah satu pedagang di pasar Renteng Praya, Jumat (3/11/2021).

Diperkirakan harga cabai ini akan meningkat hingga Rp100 ribu per kilogram pada akhir tahun. Setelah itu, baru akan menurun di awal 2022 mendatang.

Sunardi mengatakan, musim hujan yang terjadi dalam satu bulan ini mengakibatkan buah cabai rusak. Akibatnya stok berkurang, sementara cabai merupakan salah satu bumbu dapur yang selalu dibutuhkan.

“Kalau kita prediksi menjelang Natal dan Tahun Baru nanti juga akan naik, seperti tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Pedagang lain, Baiq Maimunah mengatakan harga cabai yang meningkat menyebabkan pembeli mengurangi jumlah cabai yang dibeli. Untuk mengatasi hal ini, dia juga mengurangi stok cabai yang dijualnya.

“Sebelum itu saya stok cabai 30 kilogram, namun sekarang hanya 10 kilogram saja,” tuturnya.

Kondisi Cuaca Jadi Faktor Utama

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Lombok Tengah, Baiq Widiya Astuti menjelaskan bahwa kenaikan cabai yang terjadi saat ini diakibatkan oleh kondisi cuaca.

“Kemudian untuk harga eceran tertinggi cabai rawit pada angka Rp32 ribu dan cabai merah besar Rp29 ribu,” katanya. (irs)