Penyandang Disabilitas Berharap Diberi Peluang Kerja pada Event MotoGP

Ketua HWDI Provinsi NTB, Sri Sukarni. (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) berharap para perempuan penyandang disabilitas memiliki peluang untuk bekerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, khususnya saat gelaran event balap MotoGP.

“Misalnya seperti jual karcis kan mereka hanya duduk. Bayar di tempat seperti di bandara. Kami harap nanti ada teman-teman perempuan disabilitas yang menjadi staf seperti itu,”kata Ketua HWDI Provinsi NTB, Sri Sukarni belum lama ini.

Sejauh ini sudah ada sekitar 300 orang data perempuan penyandang disabilitas yang terhimpun di HWDI. Dan dari jumlah itu banyak yang dinilai memiliki kemampuan untuk bekerja di Mandalika tanpa terkecuali MotoGP.

Diakui bahwa HWDI memang belum dilibatkan di dalam pembangunan KEK Mandalika. Namun, Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah sudah menjanjikan kalau penyandang disabilitas akan mendapatkan tempat yang akses terhadap menonton balap paling bergengsi, MotoGP.

Meski diakui bahwa Lombok Tengah sejauh ini menjadi wilayah yang paling tidak ramah disabilitas di NTB.

“Kami belum dilibatkan di dalam proyek MotoGP. Tapi gubernur sudah komitmen bahwa nanti di situ akan tempat yang akses untuk teman-teman bisa menonton MotoGP,” katanya.

Selain itu, pihaknya sedang membangun komunikasi dengan manajemen hotel dan homestay yang ada di sekitar KEK Mandalika. Hal itu dilakukan agar hotel dan homestay yang ada bisa menyiapkan infrastruktur bagi penyandang disabilitas.

“Homestay yang akses untuk penyandang disabilitas. Kami sedang berusaha komunikasi. Supaya nanti kalau ada tamu dari luar daerah atau dari dalam daerah yang penyandang disabilitas itu bisa ada akses,”katanya.