Penyandang Disabilitas di Loteng Perlu Diperhatikan Pemda

62
Alun-alun Tastura Praya belum dilengkapi fasilitas untuk penyandang disabilitas, Rabu (25/11/2020). (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Lombok Tengah (Loteng) mengakui kalau fasilitas umum dan gedung perkantoran di Loteng belum ramah terhadap penyandang disabilitas.

“Karena kami belum terpikir untuk menyiapkan hal itu,”,kata Kepala Dinas Perkim Loteng, Lalu Rahadian, Rabu (25/11/2020) di kantornya.

Atas hal ini, pihaknya juga tidak mengetahui apa saja sarana prasarana yang harus disiapkan untuk penyandang disabilitas tersebut.

Namun, di dalam aturan, ada beberapa fasilitas yang harus diperhatikan Pemda untuk menjadi daerah yang ramah disabilitas. Di antaranya akses jalan dengan cara membuat trotoar yang dilengkapi lantai pemandu, jembatan penyeberangan orang yang bisa dilalui pengguna kursi roda, hingga jarak tanda zebra cross dengan garis berhenti kendaraan yang tidak terlalu dekat.

Faktor keamanan juga mesti menjadi perhatian bagi pembangunan fasilitas umum yang ramah disabilitas. Peralatan pertolongan pertama bagi penyandang disabilitas mesti mudah diakses oleh publik.

“Sementara ini sudah ada guiding block di beberapa trotoar yang dibangun belakangan. Memang masih kecil jumlahnya”,kata Rahadian.

Meski diakui bahwa dari hasil pengamatan yang dilakukan pihaknya di beberapa ruang terbuka hijau (RTH) tidak ada ditemukan penyandang disabilitas yang datang berkunjung.

“Ini tidak ada yang pernah kita lihat. Apakah memang karena fasilitas yang ramah yang tidak ada atau memang tidak ada penyandang disabilitas”,katanya.

Akan tetapi, ke depan pihaknya akan mulai memperhatikan kebutuhan penyandang disabilitas tersebut. “Dengan diingatkan seperti ini maka akan mengarah ke sana”,ujarnya.