Penyidik Tetapkan Tiga Tersangka Perusakan Sarana Kampus UIN Mataram

Petugas menunjukkan jendela kaca yang pecah imbas dari perbuatan sekelompok massa di gedung perkuliahan Kampus UIN Mataram, NTB. (Inside Lombok/ANTARA/Dhimas B.P.)

Mataram (Inside Lombok) – Penyidik Kepolisian Resor Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menetapkan tiga tersangka pelemparan Gedung Kampus II Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, yang menimbulkan kerusakan pada sejumlah sarana perkuliahan.

Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP Joko Tamtomo di Mataram, Kamis, mengungkapkan, tiga warga yang ditetapkan sebagai tersangka berasal dari lingkungan sekitar kawasan kampus.

“Sebenarnya kita sudah amankan empat orang, tapi yang baru ditetapkan tersangka tiga orang di antaranya,” kata Joko.

Terkait identitas dari ketiga tersangka, Joko enggan menyampaikan. Namun demikian, ketiga warga ditetapkan sebagai tersangka karena telah mencukupi bukti pelanggaran pidana Pasal 170 KUHP.

“Dalam Pasal 170 KUHP itu dijelaskan perusakan secara bersama-sama dan menyebabkan kerugian bagi orang dan atau barang. Barang di sini Kampus UIN Mataram, dan orangnya itu si dosen,” ujarnya.

Lebih lanjut, Joko memastikan penyidikan ini masih dalam proses pengembangan penyidik. Tidak menutup kemungkinan, kata dia, akan ada tersangka tambahan.

Karenanya, pemeriksaan saksi-saksi dan barang bukti berupa rekaman CCTV dan video amatir yang menampilkan adegan perusakan sarana kampus oleh sekelompok massa, masih menjadi bahan kajian penyidik.

“Khususnya terhadap pidana Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan, di sini kami masih melakukan pendalaman untuk mencari tahu siapa dalangnya, yang memprovokasi, atau menghasut,” ucapnya.

Selama proses penyidikannya, pihak kepolisian telah memeriksa 16 orang saksi. Mereka yang diperiksa adalah wajah-wajah yang identitasnya terungkap dari rekaman CCTV. Dosen yang terkena imbas pelemparan tersebut, juga tak luput dari pemeriksaan penyidik.

“Jadi dugaan sementara tersangka tidak sampai di tiga orang itu saja, tapi yang terlihat di CCTV melakukan aksi itu banyak, makanya saya tegaskan di sini, penyidikan masih terus berlanjut,” kata Joko. (Ant)