Perahu Jadi Transportasi Utama, Warga Gili Gede Butuh Dermaga

Perahu nelayan dan boatman yang terparkir di tepi pantai desa Gili Gede Indah, kecamatan Sekotong. Jum’at (22/10/2021). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur’ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) -Di tengah mengemukanya potensi wisata di Gili Gede, Desa Gili Gede Indah, Kecamatan Sekotong, dermaga menjadi salah satu penunjang yang dibutuhkan. Fasilitas tersebut menjadi penting untuk memberi kemudahan akses. Baik bagi masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan _boatman_, maupun wisatawan yang berkunjung.

Juned, warga asli dari Gili Gede mengaku sejak awal dikembangkan kawasan tersebut masih kekurangan dermaga. Padahal, jelasnya, dermaga menjadi infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat di pulau kecil tersebut.

“Di sini belum ada dermaga, jadi kita (para nelayan) cuma bisa memarkirkan perahu di pesisir,” ungkapnya saat ditemui di pesisir pantai Gili Gede, Jum’at (22/10). Dengan kurangnya fasilitas tersebut, ketika ombak sedang pasang, mereka bahkan kesulitan memarkirkan perahunya. Sehingga butuh waktu yang lama untuk bisa terparkir dengan baik.

“Kalau ombak sedang tenang sih tidak masalah, tapi kalau ombak lagi besar ini kita susah nyandarnya,” ketus Juned.

Kondisi tersebut sangat disayangkan. Mengingat sebagian besar masyarakat yang hidup di salah satu pulau kecil di Lobar itu memanfaatkan perahu sebagai moda transportasi sehari-hari. Terutama dari Gili Gede menuju Sekotong, untuk mengangkut berbagai kebutuhan logistik yang dibutuhkan setiap harinya.

Sebagian besar masyarakat di Gili Gede menggunakan perahu layar yang disebut lebih murah, yaitu sekitar Rp60 juta beserta operasionalnya. “Tapi rata-rata perahu yang digunakan warga di sini itu harganya di atas Rp50 jutaan memang,” jelasnya.

Untuk itu, dermaga dibutuhkan untuk memudahkan aksesibilitas kegiatan sehari-hari masyarakat di sana. Sekaligus menopang posisi Gili Gede sebagai salah satu destinasi wisata yang memiliki potensi menjadi penggerak sektor pariwisata Lombok Barat.

Informasi yang dihimpun Inside Lombok, dermaga di Gili Gede saat ini merupakan milik resort. Sehingga pemanfaatannya dikhususkan dengan _boatman_ yang digandeng untuk bekerja sama.

Anggota DPRD Lobar Dapil Sekotong-Lembar, H. Abubakar Abdullah juga mendukung agar pemerintah memberikan atensi atas harapan warga Gili Gede untuk pembangunan dermaga tersebut. Pasalnya, ia telah menyaksikan langsung bagaimana para warga yang menjadi nelayan maupun _boatman_ di sana.

Menurut Abu warga kerap kesulitan menyandarkan kapal. Terlebih saat sedang membawa wisatawan. “Selama ini dermaga representatif, memang kita belum ada,” jelasnya.

Ditekankan, keberadaan dermaga akan memudahkan akses bagi warga yang melaut maupun wisatawan yang datang berkunjung. “Sebab dermaga ini kan fungsinya sebagai pintu keluar-masuk. Apalagi kawasan pulau kecil ini memiliki potensi wisata yang luar biasa,” tandas Abu.