Pererat Kemitraan, Polres Lobar Mulai Program Goes to Ponpes

47
Kepala Kemanag dan para pimpinan Ponpes, saat launching program Police goes to Ponpes. Rabu (12/01/2022). (Inside Lombok/Humas Polres Lobar).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Polres Lombok Barat pererat sinergitas dengan Pondok Pesantren (Ponpes) yang ada. Untuk memberikan bimbingan kepada pada santri guna memberi edukasi mengenai bahaya narkotika, pemahaman kebangsaan, tertib berlalu lintas, hingga memberi bimbingan bagi para santri yang tertarik untuk menjadi anggota Polri.

“Ini sebagai tindak lanjut atas arahan bapak Kapolda NTB, untuk kita mempererat kemitraan dan kerjasama dengan Ponpes dan Kemenag,” jelas Kapolres Lobar, AKBP Wirasto Adi Nugroho, dalam launching program Police goes to Ponpes, Rabu (13/01/2022).

Menanggapi hal itu, Kepala Kemenag Lobar, H. Jalalussayuthy lebih lanjut menjelaskan Kemenag provinsi pun telah menandatangani MoU dengan kepolisian. Lalu diikuti oleh Kemenag kabupaten dan jajaran kepolisian setempat.

“Ini juga menyangkut soal program Polri untuk memprioritaskan penghafal Qur’an. Yang bisa mengikuti jalur khusus menjadi anggota Polri,” papar Jalal.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Nurul Hakim Kediri, TGH. Muharrar Mahfudz mengakui bahwa sebelum ada MoU ini pun, kepolisian sejak awal sudah menjalin kerjasama dengan Ponpes yang ada di Lobar.

“Ini tentu untuk mewujudkan keamanan, kenyamanan dan ketertiban setiap umat,” ujarnya.

Bahkan sinergitas ini pun juga mencakup upaya untuk sama-sama mensukseskan program vaksinasi. Karena sejak awal, pesantren di Lobar juga telah diberi layakan vaksinasi. Dan itu dinilai telah berjalan dengan baik, sehingga para santri di Lobar bisa kembali beraktivitas di pondok.

“Sebenarnya ini adalah representasi 119 Ponpes yang ada di Lombok Barat, insyaallah ini semua jadi bagian kerjasama kepolisian dengan Ponpes,” sebutnya.

Lebih lanjut, pimpinan Ponpes Al Ishlahuddiny Kediri, TGH. Muklis Ibrahim mengapresiasi rangkulan dari kepolisian tersebut. Termasuk soal edukasi wawasan kebangsaan yang juga dinilai penting dipahami seluruh kalangan, termasuk para santri.

“Wawasan kebangsaan ini penting sekali, bagaimana memahami kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan pancasila,” ungkapnya. Tak terkecuali juga soal pentingnya edukasi dan imbauan tertib berlalu lintas bagi para santri. (yud)