Permintaan Tinggi, Jumlah Pemotongan Sapi di Mataram Terus Meningkat

Pedagang daging yang sedang menunggu pembeli di Pasar Tradisional Mandalika. (Inside Lombok/dok)

Mataram (Inside Lombok) -Jumlah sapi yang dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) di Kota Mataram terus meningkat. Peningkatan ini tidak saja dipengaruhi karena peringatan Maulid Nabi, melainkan juga permintaan hotel yang terus bertambah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, H. Mutawalli, Kamis (21/10) di Mataram. Ia menyebutkan jumlah pemotongan saat ini berkisar 30-40 ekor per hari. Peningkatan jumlah pemotongan ini karena disesuaikan dengan permintaan konsumen.

“Ya ramai sekarang ini daging lokal. Ini terlihat dari jumlah pemotongan dalam sehari. Hotel juga sudah mulai beraktifitas. Jadi berdampak pada permintaan meningkat,” katanya.

Biasanya, lanjut Mutawalli, jumlah sapi yang dipotong di RPH di Kota Mataram paling banyak 25 ekor. Namun karena adanya peringatan hari besar keagamaan, maka jumlah pemotongan meningkat.

“Hasil pemotongan itu disebar di semua pasar di Kota Mataram,” jelasnya. Untuk mengantisipasi lonjakan harga yang cukup tinggi, pihaknya sudah menyiapkan persediaan yang memadai.

Upaya yang dilakukan yaitu dengan menambah sebanyak 14 ton daging beku. “Tidak banyak yang kita datangkan daging beku. Ini hanya untuk memenuhi kebutuhan saja,” ungkapnya.

Sementara terkait dengan harga, disebut masih stabil dan belum ada kenaikan yang signifikan yaitu sebesar Rp130 ribu per kilogram. Harga daging sapi saat ini masih fluktuatif.

“Masih berubah-ubah ini. Kadang turun Rp2 ribu harganya. Kadang-kadang naik lagi,” ujar Mutawalli.

Dipastikan, setelah peringatan maulid Nabi harga kebutuhan pokok terutama daging akan kembali normal. Mengingat fluktuasi harga yang terjadi saat ini disebabkan karena permintaan masyarakat.

Tidak saja daging sapi, daging ayam juga mengalami kenaikan harga. Di mana saat ini harga daging ayam mencapai Rp40 ribu per kilogram di pasaran. Kenaikan ini disebut sudah biasa terjadi setiap hari besar keagamaan.