Perpustakaan Desa Tak Berjalan Maksimal, DPK Lotim Tekankan Desa Buat Trobosan

76
Salah satu perpustakaan desa di Lombok Timur, di Selong, Senin (25/01/2021). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Perpustakaan desa yang terdapat pada semua desa di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) untuk membangun minat baca masyarakat tidak berjalan maksimal. Untuk itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Lotim minta pihak desa buat trobosan.

Kepala DPK Lotim, H Marwan mengatakan, sebanyak 245 desa yang ada di Lotim hampir semuanya sudah memiliki perpustakaan desa. Akan tetapi ada beberapa desa pengelolaan perpustakaannya belum berjalan maksimal dalam pengelolaannya.

“Ada beberapa desa pengelolaan perpustakaannya belum berjalan maksimal lantaran SDM dan gedung perpustakaan yang masih belum memadai,” ucapnya kepada Inside Lombok di ruangannya, Senin (25/01/2021).

Lanjutnya, sebanyak 60 desa dan satu kelurahan yang perpustakaannya belum berjalan maksimal. Sejumlah perpustakaan desa dan kelurahan tersebut juga belum terdaftar di DPK Lotim. Sehingga pada tahun 2021 ini pihak DKP akan mendorong semua desa dan kelurahan mempunyai perpustakaan desa.

Perpustakaan yang diprioritaskan untuk meningkatkan minat baca tersebut tidak berjalan maksimal. Untuk itu dibutuhkan adanya ide kreatif dan terobosan yang dilakukan pihak desa untuk memantik minat baca masyarakat setempat.

“Ada banyak kendala yang membuat masyarakat terkendala untuk membaca ke perpustakaan desa. Untuk itu desa harus menciptakan ide kreatif guna meningkatkan minat baca masyarakat,” jelasnya.

Adapun pihak DPK Lotim sendiri telah melakukan pembinaan kepada pengelola perpustakaan desa terkait bagaimana pengelolaan perpustakaan yang baik di desa untuk masyarakat.