Persoalan Air Bersih di Tiga Gili Dikhawatirkan Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Senggigi

21
Ilustrasi Air Bersih (Image Source : Gramedia.com)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Persoalan air bersih di Gili Tramena (Trawangan, Meno, Air) dikhawatirkan turut berdampak terhadap kunjungan wisatawan ke Senggigi. Para pengusaha yang ada di Lombok Barat pun mendorong permasalahan air di kawasan itu harus segera dicarikan solusi.

”Saya melihat kondisi yang bergejolak di Tiga Gili sangat memprihatinkan buat kita pelaku pariwisata di Senggigi. Terutama kita yang bergerak di bidang jasa merasakan sekali dampaknya,” ungkap Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan Senggigi, Suhermanto. Terlebih, menurutnya, ada sebagian wisatawan yang usai mengunjungi Tiga Gili, memutuskan untuk melanjutkan liburan di Senggigi dan Mandalika.

Persoalan yang ada di Tiga Gili dinilai tidak bisa dilihat secara parsial. Karena dampaknya dikhawatirkan bisa ke sana ke mari, terutama bagi pelaku pariwisata yang membawa tamu ke Tiga Gili dan Senggigi.

Karena jika tidak dijadikan atensi dan tidak segera dicarikan solusi, bisa saja para pengusaha justru mengalihkan wisatawan ke daerah lain, bukan ke Lombok. “Masalah air ini kalau tidak ditangani secara bijak, bisa menimbulkan banyak masalah yang juga berdampak pada usaha pariwisata yang ada di Senggigi,” imbuhnya.

Solusi untuk masalah air Tiga Gili, PDAM diminta untuk menyiapkan instalasi. Termasuk memasang meteran setiap sumur yang airnya digunakan.

Ketua Senggigi Hotels Association, I Ketut M. Jaya Kusuma juga mengutarakan hal serupa. Bahwa Tiga Gili dan Senggigi menjadi satu kesatuan tujuan destinasi pariwisata. Pihaknya mengaku prihatin dan merasa khawatir dengan adanya permasalahan air di Tiga Gili. Apalagi pariwisata saat ini tengah berupaya bangkit setelah dihantam pandemi Covid-19.

Menurutnya ketika kunjungan wisatawan menuju Tiga Gili sudah bagus, maka itu juga akan turut berimbas terhadap kunjungan ke Senggigi. Jadi jangan sampai pelayanan yang tidak baik ke wisatawan membuat mereka menjadi enggan berwisata.

“Kalau data pasti kita belum tahu. Tetapi pengaruhnya kunjungan wisatawan Tiga Gili ke Senggigi sekitar 5-10 persen. Kalau ada masalah tersebut, dampaknya jelas ke wisatawan mancanegara,” keluhnya. Menurut Ketut, persoalan air ini merupakan hal yang sangat sensitif. Karena menyangkut kebutuhan dasar dan sangat vital. (yud)