Persoalan PJU di Senggigi, OPD Bantah Saling Lempar Tanggung Jawab

Kondisi PJU di kawasan Senggigi yang tidak semuanya menyala. (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) -Kepala Dinas Perkim Lobar, H. Lalu Winengan membantah pihaknya saling lempar tanggung jawab dengan OPD lain dalam penanganan penerangan jalan umum (PJU) yang masih minim di kawasan Senggigi. Terlebih setelah masyarakat hingga perangkat desa di Singgigi menyoroti PJU yang tak kunjung menyala di kawasan itu.

“Bukan kita saling lempar. Saya juga sudah tugaskan Kabid Pertamanan dan Tim PJU untuk turun mengecek,” ujar Winengan pada akhir pekan kemarin.

Diterangkan, lampu-lampu di kawasan itu yang mengalami kerusakan harus diperbaiki terlebih dahulu, baru bisa diserahkan ke Perkim. Terutama persoalan lampu hias. “Kita baru akan menangani lampu ini setelah ada serah terima dan kondisi lampu sudah bisa menyala,” tegasnya.

Untuk itu, Winengan meminta dalam upaya penyerahan ke Dinas Perkim nantinya OPD terkait, yakni PUPR dan Dispar, perlu turut menghadirkan konsultan yang terlibat. Hal itu dibutuhkan untuk mendapat kejelasan mengenai model lampu yang dibuat.

“Karena kabelnya sudah tertanam di bawah tanah. Apakah model jaringannya itu sambungan kabel di bawah tanah atau tidak,” tanyanya. Winengan menilai bahwa model instalasi lampu semacam itu akan turut berpengaruh terhadap lampu yang sudah ada.

Pihaknya mengaku tidak berani melakukan perawatan dan mengurus lampu hias yang masih bermasalah tersebut. Karena ia khawatir hal itu bisa berbuntut pada audit BPK jika ditemukan masalah di kemudian hari.

“Dokumen-dokumen penyerahan aset itu harus ada dari OPD pelaksana; dari PUPR atau Dispar. Itu harus diserahkan ke Pemda, dalam hal ini pak Sekda,” paparnya. Setelah itu, Sekda yang akan menyerahkan itu ke pihak Perkim. Sehingga OPD terkait bisa segera duduk bersama membahas perbaikan lampu hias yang masih bermasalah tersebut.

“PJU yang dikelolah oleh Perkim memang ada yang mati, tapi itu sudah kami ganti menggunakan lampu yang ada di jaringan yang lain,” jelas Winengan.

Dalam persoalan itu, Kadis PUPR Lobar, Made Arthadana menyebut matinya lampu hias di kawasan itu tidak seluruhnya disebabkan masalah pada lampu. Melainkan ditemukan juga banyak aliran lampu yang diduga sengaja diputus orang.

“Setelah kita turun cek, ternyata kondisi lampunya masih bisa hidup. Dan itu matinya karena ada kabel yang diputus,” beber Made.

Kabel lampu itu pun diketahuinya putus saat pihaknya turun mengecek kondisi lampu hias yang perangkatnya ternyata banyak yang hilang. Saat melakukan pengecekan, pihaknya juga menemukan kabel lampu yang diduga diputus oknum.

“Jadi yang hilang itu ada penutup lampu yang terbuat dari tembaga, dan ada dua belasan penutup jaringan telekomunikasi, pipa PDAM dan kabel bawah tanah juga hilang,” ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya juga telah membuat laporan ke kepolisian. Pelaporan tersebut diakui Made sudah masuk ke Polres Lobar sejak satu bulan yang lalu. Di mana pihaknya hingga kini sudah dua kali di BAP oleh pihak kepolisian.