Perubahan Nama Bandara Kembali Mencuat Menjelang Pilkada Serentak

Pemda Loteng meminta Pemprov NTB menunda pembahasan perubahan nama bandara Lombok. (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Pemerintah Provinsi NTB diminta untuk menunda pembahasan perubahan nama Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandara Internasional Zainudin Abdul Majid (BIZAM).

Permintaan itu disampaikan Bupati Lombok Tengah, H. Suhaili FT melalui surat resminya tertanggal 15 September 2020.

Ada tiga poin dalam isi surat tersebut, yakni pergantian nama BIL menjadi BIZAM pada area publik telah terbukti menuai pro dan kontra di tengah masyarakat.

“Sehingga sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu kondusivitas keamanan. Terlebih lagi menjelang pelaksanaan Pilkada 2020”, kata Bupati dalam surat tersebut.

Poin kedua yakni agenda percepatan pembangunan sirkuit MotoGP di KEK Mandalika membutuhkan stabilitas wilayah yang kondusif.

Selain itu, kondisi psikologis masyarakat saat ini sedang dalam keadaan tertekan akibat pandemi Covid-19.

“Sehingga kami mohon untuk menunda pembahasan perubahan nama bandara ini”,kata Kepala Dinas Perubahan Lombok Tengah, H. Supardan di Praya.

Diterangkan, surat Bupati itu ditujukan kepada Gubernur NTB dr. Zulkieflimansyah, menjawab surat Pemerintah Provinsi NTB sebelumnya.

Di mana, Pemda Lombok Tengah disurati untuk diundang rapat untuk membahas perubahan nama bandara pada yang dilaksanakan pada 16 September di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi NTB.

Pemda Lombok Tengah pun menolak menghadiri undangan tersebut. Karena menilai bahwa kehadirannya akan mengartikan bahwa Pemda Lombok Tengah menyetujui perubahan nama bandara tersebut.

“Saya tidak hadir, karena kalau hadir berarti menyetujui perubahan nama bandara”,kata Supardan.