Peternak di Loteng Butuh Kandang Kompleks dan Pembinaan

Peternak di Loteng butuh kandang bersama. (Inside Lombok/ Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Lombok Tengah adalah salah satu wilayah di NTB dengan produksi ternak sapi yang besar mencapai ribuan ekor per tahun.

Sayangnya, masih banyak peternak di desa-desa di Lombok Tengah yang melakukan kandang ternak sendiri sehingga rentan mengalami pencurian.

Salah satu peternak di desa Barebali, Tarni, belum lama ini kepada Inside Lombok mengatakan, dia dan beberapa peternak sapi di desanya sangat membutuhkan kandang kompleks.

“Kita harapkan ada kandang bersama. Yang kita khawatirkan kalau malam. Di sini ada pencurinya. Kalau kandang bersama bisa dikawal bisa kita piket”,katanya.

Menurut dia, faktor keamanan sangat dibutuhkan peternak. Karena selama ini sering terjadi pencurian ternak akibat tidak ada kandang bersama. Aparat kepolisian pun tidak selalu melakukan patroli.

“Tidak ada (polisi) yang melakukan patroli. Banyak yang hilang sapinya”,ujarnya.

Selain kandang kompleks, para peternak, lanjutnya, juga memerlukan penyuluhan bagaimana cara menggembala ternak agar lebih produktif.

“Selama ini tidak ada penyuluh yang datang. Yang kita butuhkan dokter. Jenis obat apa kita kasih kalau sapi itu mencret”, imbuhnya.

Senada dengan itu, peternak lainnya, Aripin mengatakan, sapi yang sakit berpengaruh terhadap harga sapi yang akan dijual. Di sisi lain, para peternak tidak tau cara menangani ternaknya yang sakit.

“Kalau sapi sakit itu berpengaruh terhadap penjualan. Sapi harus sehat. Bagaimana harganya naik kalau sakit. Turun drastis sampai 25 persen”,jelas Aripin.

Oleh karena itu, dia mengharapkan ada penyuluhan dari pemerintah daerah agar peternak di Lombok Tengah tidak tertinggal di dalam memaksimalkan hasil ternaknya.

“Kalau tidak ada (pemuluhan) dari Dinas Pertanian mana kita tau (caranya). Kita gembala saja tapi tidak tau (peningkatan produksi)”,ujarnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Pertanian Lombok Tengah, Taufikurrahman mengatakan, tiap tahun selalu ada pembuatan kandang kompleks. Adapun anggarannya biasanya bersumber dari pokir dewan.

“Kita memang selalu mendorong masyarakat punya kandang kompleks”,katanya.

Dengan kandang kompleks tersebut, limbah pertanian bisa diolah jadi kompos. Selain itu,
petugas kesehatan bisa lebih cepat di dalam memantau kesehatan hewan.

Akan tetapi, anggaran yang terbatas tidak bisa membuat pembangunan kandang kompleks ini terealisasi sesuai target. Sehingga masih banyak desa yang tidak memiliki kandang kompleks.

“Makanya kalau bisa kami dorong pakai dana desa”,kata Taufikurrahman.