PLN Bantah Ada Kenaikan Tarif Dasar Listrik Per 1 Juli

498
Manager Bidang Komunikasi PT. PLN (Persero) NTB, Taufiq Dwi Nurcahyo (Inside Lombok/Bayu Pratama)

Mataram (Inside Lombok) – Berembusnya isu kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) beberapa pekan terakhir cukup menghantui masyarakat. Pasalnya, beberapa media massa memberitakan bahwa per tanggal 1 Juli mendatang TDL akan naik menjadi Rp1.467,28 per KWH dari TDL sebelumnya sebesar Rp1.352 per KWH.

Membantah hal tersebut Manager Bidang Komunikasi PT. PLN (Persero) Nusa Tenggara Barat (NTB), Taufiq Dwi Nurcahyo, menerangkan bahwa TDL yang diterapkan PLN sejak 2018 memang sebesar Rp1.467,28. Karena itu, isu kenaikan TDL tersebut dianggap sebagai publikasi kasus lama untuk membuat panas situasi politik saja.

“Bulan Juli kita tidak ada kenaikan listrik. Jadi kita sampaikan bahwa berita yang disampaikan ada kenaikan listrik di bulan Juli itu tidak benar,” ujar Taufiq, Kamis (20/06/2019) saat ditemui di Kantornya.

Taufiq sendiri menegaskan bahwa kenaikan TDL merupakan wewenang dari pemerintah pusat yang kemudian diterapkan oleh PT. PLN. Karena itu, pihak PLN sendiri pasti akan mengumumkan jauh sebelumnya seandainya memang ada kenaikan TDL.

“Setiap ada kenaikan selalu ada pengumuman. Itu kemungkinan disampaikan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Sehingga saya tegaskan di sini tidak ada kenaikan listrik di bulan Juli 2019,” ujar Taufiq.

Taufiq sendiri berharap masyarakat lebih berhati-hati dalam menyerap informasi. Terutama selama masih dalam situasi gejolak politik saat ini. Situasi tersebut menurut Taufiq kerap digunakan oleh oknum-oknum tertentu untuk menghembuskan hoaks.

Sebelumnya memang berembus kabar, khususnya di media sosial seperti Twitter, bahwa pemerintah akan menaikan TDL per 1 Juli 2019. Kenaikan tersebut untuk TDL golongan daya 900VA yang sebelumnya sudah mengalami kenaikan per tanggal 1 maret 2017 sebesar Rp1.034 per KWH, kemudian per 1 Mei menjadi Rp 1.352 per KWH, dan per 1 Juli 2019 menjadi Rp 1.467,28 per KWH.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, juga turut membantah kabar tersebut, Rabu (19/06/2019) dengan menyatakan bahwa kabar tersebut merupakan hoaks.