PLN Listriki 6.800 Rumah Tangga Tidak Mampu di NTB

Petugas PLN memasang kWh meter di salah satu rumah warga tidak mampu yang memperoleh bantuan pasang baru listrik. (Inside Lombok/ANTARA/HO/PLN UIW NTB)

Mataram (Inside Lombok) – PT PLN (Persero) bersinergi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, BUMN serta perusahaan swasta untuk memberikan bantuan pasang baru listrik bagi 6.800 rumah tangga (RT) tidak mampu.

“Bantuan pasang baru listrik secara gratis tersebut sebagai upaya meningkatkan rasio elektrifikasi di NTB,” kata General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTB, Rudi Purnomoloka, di Mataram, Rabu.

Sepanjang 2019, kata Rudi, komitmen penerimaan bantuan yang disalurkan oleh PLN hasil sinergi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebanyak 1.525 RT.

Sementara Pemerintah Provinsi NTB sebanyak 950 RT, PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara International Lombok sebanyak 318 RT, dan PT AMMAN Mineral Nusa Tenggara sebanyak 2.500 RT. Selain itu, PT PELNI (Persero) sebanyak 100 RT, PT ASABRI sebanyak 50 RT, dan PT Pontil sebanyak 200 RT.

Sementara PLN memberikan bantuan pasang baru listrik untuk 1.157 RT, dengan rincian 1.000 RT dari dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan 157 RT berasal dari program “One Man One Hope” (OMOH).

“Itu merupakan komitmen PLN untuk terus melistriki seluruh masyarakat. Alhamdulillah usaha kami mendapatkan dukungan dari berbagai pihak untuk sinergi melistriki masyarakat tidak mampu,” ujar Rudi.

Penerima bantuan pasang baru listrik gratis ini tersebar di seluruh NTB, yaitu Kota Bima sebanyak 83 RT, Kabupaten Bima 575 RT, Dompu 181 RT, Sumbawa 1.360 RT, Sumbawa Barat 397 RT, Lombok Barat 887 RT, Lombok Tengah 2.197 RT, Lombok Timur sebanyak 869 RT, dan Lombok Utara sebanyak 201 RT.

Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah, menyampaikan apresiasinya atas kerja keras PLN dalam melistriki daerahnya hingga warga yang tinggal di pelosok terpencil.

“Terima kasih atas kerja keras dan sinerginya, menjalankan tugas mulia tanpa istirahat, sehingga masyarakat dapat hidup lebih baik demi kenyamanan. Banyak hal yang menjadi lebih mudah berkat PLN,” ucap Zulkieflimansyah.

Hingga November 2019, rasio elektrifikasi di NTB telah mencapai 99,6 persen. Dengan sinergitas antara PLN dengan berbagai pihak diharapkan dapat terus meningkatkan rasio elektrifikasi hingga seluruh masyarakat di NTB dapat terlistriki. (Ant)