Polda NTB Antisipasi Keributan Jelang Debat Capres Ketiga

Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda NTB, Kombes Pol. Dewa Putu Maningka Jaya (Inside Lombok/Polda NTB)

Mataram (Inside Lombok) – Pesta demokrasi Indonesia pada 17 April 2019 mendatang, khususnya pemilihan presiden (pilpres), sudah seperti di depan mata. Masing-masing calon berusaha merebut hati rakyat dengan caranya masing-masing.

Salah satunya adalah mengadu kemantapan visi dan misi masing-masing melalui acara Debat Calon Presiden (Capres) yang diinisiasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga yang mengatur jalannya proses pemilihan umum (pemilu) tersebut.

Debat Capres putaran ketiga yang akan dilaksanakan pada Minggu (17/03/2019) besok, akan dihadiri oleh Cawapres No.01, Ma’ruf Amin dan Cawapres No.02, Sandiaga Uno. Debat tersebut akan dilaksanakan di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, membahas visi dan misi kedua capres terkait masalah-masalah di bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya.

Menanggapi hal tersebut Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda NTB, Kombes Pol. Dewa Putu Maningka Jaya, mengatakan agar masyarakat NTB mencerna baik-baik apa yang disampaikan kedua cawapres.

“Silahkan disimak dan dicerna apa yang menjadi visi misi bakal calon. Supaya nanti bisa memilih,” ujar Maningka, Sabtu (16/03/2019) saat memberi arahan pada personel polisi yang terlibat dalam Oprasi Mantap Brata Gatarin 2019.

Selain itu, Maningka juga mengingatkan supaya masyarakat yang memang fanatik kepada pilihannya agar tidak melakukan hal-hal diluar dari ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, lebih baik menghindari pertengkaran percuma dan fokus menyalurkan aspirasi dengan mencoblos pilihan masing-masing pada pilpres mendatang.

Terkait isu-isu keributan yang akan terjadi, khususnya saat debat cawapres tersebut, Maningka menerangkan bahwa pihak kepolisian akan menempatkan personelnya di beberapa lokasi nonton bareng debat capres yang telah ditandai oleh Polda NTB.

“Disini memang hanya menyaksikan saja. Tapi personel kami tempatkan untuk antisipasi supaya tidak ada gesekan di lokasi-lokasi nonton bareng,” ujar Maningka.

Menurut menerangkan bahwa dalam putaran ketiga debat pilpres tersebut selain melakukan penjagaan di lokasi nonton bareng pihaknya juga akan meninjau perkembangan selanjutnya untuk melihat berapa personel kepolisian yang dibutuhkan kedepannya. Hal tersebut mengingat minggu-minggu ini merupakan masa kampanye kedua capres-cawapres tersebut.

“Apalagi sudah masuk ke tahapan kampanye yang sifatnya besar, Seperti rapat umum tanggal 23 Maret nanti. Karena sebelumnya sifatnya kampanye perorangan, jadi kedepan dalam rapat umum akan mengundang masa dan itu perlu diantisipasi,” terang Maningka.

Satu hal yang perlu mendapat perhatian menurut Maningka adalah masyarakat yang mulai terang-terangan menunjukkan keberpihakkannya dalam bentuk sikap saling ejek yang memungkinkan terjadinya gesekan antara simpatisan. Untuk itu, Maningka menerangkan bahwa pihak kepolisian sebagai salah satu tim pengaman wajib mengerti pedoman-pedoman dalam pengamanan pilpres tersebut.

Untuk mengamankan jalannya pemilu serentak 2019 sendiri, Polda NTB telah membentuk beberapa Satgas yang bertugas dalam pencegahan sampai dengan penindakan. Selain itu, jumlah personel yang terlibat juga akan terus ditingkatkan sesuai dengan jadwal kampanye terbuka serta rapat umum yang mulai digelar.

“Personelnya akan lebih besar lagi dan lebih lengkap. Sekitar 669 orang atau kita lihat situasinya. Ini perlu diantisipasi seperti itu,” pungkas Maningka.