Polisi Amankan Seorang Perempuan Saat Besuk Suaminya di Sel Tahanan

Kapolres Mataram AKBP H Saiful Alam (tengah) didampingi Kasat Resnarkoba AKP Kadek Adi Budi Astawa (ketiga kiri) menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus narkoba dalam jumpa persnya di Mataram, Senin (23/9/2019). (Inside Lombok/ANTARA/Dhimas BP)

Mataram (Inside Lombok) – Petugas kepolisian mengamankan seorang perempuan berinisial AS, ketika datang membesuk suaminya yang tersandung kasus narkoba di sel tahanan Mapolres Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Kapolres Mataram AKBP H Saiful Alam di Mataram, Senin, membenarkan, perempuan yang belakangan diketahui istri dari pria berinisial RS itu diamankan karena setelah dilakukan pemeriksaan, urinenya positif mengandung zat metampetamin.

“Awalnya karena anggota piket mencurigai dia juga pernah menggunakan narkoba di rumah pelaku, maka dilakukan pemeriksaan urine dengan hasil positif mengandung zat metampetamin,” kata H Alam dalam jumpa persnya didampingi Kasat Resnarkoba Polres Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa di Mataram, Senin.

Dikatakannya, AS diamankan bersama teman suaminya yang juga datang membesuk. Hasil tes urine untuk rekannya yang berinisial ZU juga sama seperti AS, positif mengandung zat metampetamin.

“Karenanya mereka berdua kita amankan,” ujarnya.

Lebih lanjut, AS bersama suaminya, RS dan juga rekannya ZU kini telah mendekam bersama di sel tahanan Mapolres Mataram dan ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan pasal serupa, yakni Pasal 127 Ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika. Pasal pidana tersebut mengatur tentang pengguna narkotika.

Sebelumnya, Tim Satresnarkoba Polres Mataram menangkap suami AS pada Rabu (18/9) lalu dirumahnya. AS ditangkap karena kepemilikan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,38 gram.

Klip plastik bening kosongan yang jumlahnya mencapai tiga bundel dan juga peralatan yang biasa digunakan untuk mengonsumsi sabu-sabu turut diamankan dari hasil penggeledahan rumahnya di Jalan Catur Warga, Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Kini ketiganya yang telah ditetapkan sebagai tersangka masih dalam proses pemeriksaan penyidik Satresnarkoba Polres Mataram. (Ant)