Polres Lobar Perbolehkan Warga Ngabuburit, Tarawih dan Buka Bersama dengan Prokes

151
Kapolres Lobar, AKBP Bagus S. Wibowo, saat ditemui di Gedung DPRD Lobar. Senin (05/04/2021). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Jelang Ramadan, Polres Lobar sudah lakukan operasi pekat dalam 10 hari terakhir untuk menertibkan miras ilegal, prostitusi, hingga judi. Sementara untuk pengamanan selama Ramadan, dua pertiga dari seluruh anggota akan diterjunkan.

Kapolres Lobar, AKBP Bagus S. Wibowo menyebut bila tradisi Ramadan yang biasanya dijalankan masyarakat seperti nagbuburit, buka bersama hingga tarawih bisa dijalankan. Namun harus memastikan protokol kesehatan dapat diterapkan dengan baik, maka tidak akan ada larangan.

“Jadi kegiatan apapun selama bulan suci Ramadan, kami akan melakukan pendampingan dan pengawalan untuk setiap kegiatan masyarakat” katanya, saat ditemui di Gedung DPRD Lobar, Senin (05/04/2021).

Seperti halnya tarawih, lanjut dia, hasil koordinasinya dengan pemerintah daerah sejauh ini pihaknya masih mengizinkan kegiatan tersebut dapat berjalan sebagaimana mestinya. Dengan catatan bahwa penerapan Prokes harus benar-benar dijalankan secara ketat.

“Dari koordinasi awal, kita mengizinkan masyarakat untuk melaksanakan kegiatan ibadah di masjid, hanya saja penerapan prokes harus ketat” tegasnya.

“Termasuk juga kegiatan-kegiatan masyarakat yang lain, kalau Prokes bisa dijalankan dengan baik, kami anggap mungkin tidak ada masalah” imbuh Bagus.

Sehingga pengawasan terhadap kegiatan masyarakat ini dijadikan atensi serius dengan melibatkan jumlah personel yang lebih besar. Bahkan pihaknya sudah mengidentifikasi beberapa lokasi yang nantinya dikhawatirkan rentan menimbulkan kerumunan untuk kemudian mansiagakan personel di sana.

“Kita akan melibatkan personel yang lebih dari biasanya, untuk mengawasi kegiatan masyarakat dan itu sudah kita siapkan” ujar Kapolres Lobar ini.

Terkait dengan kegiatan di tempat hiburan selama Ramadhan, kata dia, yang pasti masa waktu berkegiatan di seluruh tempat hiburan di Lombok Barat akam dikurangi.

“Semua yang menjadi atensi selama pandemi covid-19 ini adalah harga mati buat kami” tutupnya.