Polres Loteng Selidiki Kasus Dugaan Penipuan dan Penelantaran Calon TKI

Dua orang calon TKI (kiri dan kanan) saat datang ke Polres Loteng, Senin (5/4/2021) kemarin. (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Satreskrim Polres Lombok Tengah (Loteng) mulai menyelidiki kasus dugaan penipuan dan penelantaran calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Belasan calon TKI tersebut diduga ditipu oleh oknum calo dengan kerugian capai Rp100 juta lebih dan terlantar beberapa hari di Jakarta.

“Ini masih proses masih lidik dan pendalaman terkait hal itu. Para calon TKI nya belum melapor. Tapi ini informasi awal dari media kita kembangkan,”kata Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP I Putu Agus Indra Permana, Selasa (6/4/2021) di Praya.

Diterangkan, informasi yang diperoleh dari media massa itu kemudian dilanjutkan dengan pemanggilan sejumlah calon TKI yang diduga ditipu dan ditelantarkan untuk diklarifikasi.

“Sejauh ini sudah tujuh orang yang dipanggil dimintai keterangannya sebagai saksi. Kita juga sudah panggil tekong,”jelasnya.

Penyelidikan ini terkait dengan UU Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Adapun terkait dengan tuntutan para calon TKI agar uang yang sudah dikeluarkan dikembalikan oleh tekong, belum bisa dipastikan. Karena kasus ini masih akan terus berproses.

Pihaknya juga akan meminta keterangan saksi ahli terkait kasus ini.

Diketahui bahwa kasus dugaan penipuan dan penelantaran calon TKI ini menjadi atensi dari Gubernur NTB dan juga Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Para calon TKI tersebut menyerahkan uang sebesar Rp12 juta hingga Rp20 juta kepada tekong dengan harapan bisa berangkat ke luar Arab Saudi dan bekerja di kebun kurma.

Namun, selama beberapa hari di Jakarta, para TKI tersebut tidak diproses seperti pengurusan dokumen keberangkatan maupun Perjanjian Kerja.

Mereka juga terusir dari kos yang dijadikan sebagai tempat penampungan karena tekong tidak membayar biaya sewa seperti perjanjian awal.