Potret Pendidikan di Lombok Tengah, Sebagian Atap SDN 2 Sukarara Lapuk Dimakan Usia

28
Kondisi ruangan guru yang ambruk, Rabu (18/5/2022) (Inside Lombok/Fahri)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Kondisi fasilitas pendidikan di Lombok Tengah tak henti menyita perhatian. Masih banyak sekolah yang terbilang berdiri dalam kondisi memprihatinkan. Salah satunya terlihat di SDN 2 Sukarara Kecamatan Jonggat yang sebagian atapnya runtuh lantaran lapuk dimakan usia.

Atap ruang guru di sekolah tersebut runtuh, Selasa (17/5) kemarin lantaran kayu-kayunya yang telah lapuk. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kepala SDN 2 Sukarara, Riamin mengatakan ruangan guru itu sudah rusak sejak 2014 silam. Kondisi tersebut membuat ruangan itu sudah lama tidak dipergunakan, lantaran berbahaya bagi guru dan murid jika beraktivitas di sana.

Pihaknya pun sudah mengusulkan perbaikan ruangan itu kepada Dinas Pendidikan Lombok Tengah, tapi belum ada tindak lanjut hingga sekarang. “Memang ini bangunan lama berdiri sejak berdirinya SD ini. Sering kita usulkan dari proposal dari Dapodik,” katanya, Rabu (18/5).

Terpisah, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Lombok Tengah, Makbul Ramen menjelaskan pihaknya sudah mendapat laporan dari pihak sekolah atas kejadian tersebut. “Saya sudah perintahkan kepada Kasi dan satu orang pendamping turun lapangan untuk melihat kondisinya,” katanya.

Makbul pun menjanjikan perbaikan dilakukan pada 2023 mendatang, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Hal itu karena pengusulan perbaikan ruang kelas SDN 2 Sukarara sudah masuk.

“Tapi ini diperbaiki tahun 2023 melalui DAK,” tutupnya. (fhr)