Produksi Masker Kopi Organik Diharapkan Mampu Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Pelatihan cara pembuatan Masker Kopi Organik kepada Karang Taruna, Senin (23/08/2021). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Mahasiswa KKN Universitas Mataram (Unram) berikan pendampingan kepada para pelaku UMKM di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dalam mengolah hasil alam berupa biji kopi dan diolah menjadi masker kopi organik.

Melihat hasil alam berupa kebun kopi yang begitu luas dan hasilnya yang melimpah, mahasiswa KKN Unram mencoba berikan pendampingan kepada warga setempat. Salah satunya tentang bagaimana mengubah olahan biji kopi menjadi kosmetik berupa masker. Untuk diketahui, masker kopi sendiri punya beragam manfaat dalam menjaga kesehatan kulit.

Ketua KKN Unram Desa Kembang Kuning, Alvin Cahyadi mengatakan, masker kopi organik saat ini banyak diminati kalangan milenial, serta sangat aman digunakan karena tidak memiliki efek samping. Untuk itu, ia mencoba mengembangkan produksi masker kopi organik kepada masyarakat setempat, agar nantinya masyarakat mempunyai sumber penghasilan lain dari olahan biji kopi.

“Sekitar 9 UMKM beserta BUMDes kita berikan pendampingan. Semoga olahan hasil alam biji kopi ini bisa menjadi sumber ekonomi masyarakat,” katanya saat dihubungi Inside Lombok, Minggu (22/09/2021).

Masker kopi organik ini sendiri, dikatakan Alvin memiliki daya jual. Dikarenakan target pemasaran bukan hanya kepada kalangan masyarakat biasa, namun dapat dipasarkan kepada para wisata domestik maupun mancanegara, terlebih Desa Kembang Kuning merupakan salah satu desa wisata yang ada di NTB.

“Desa Kembang Kuning ini kan merupakan desa wisata, dengan kondisi tersebut banyak sekali rumah warga yg berubah menjadi homestay, jadi masker kopi ini sangat membantu masyarakat yang memproduksi kopi,” jelasnya

Dikatakan Alvin, masker kopi ini dapat dijadikan sebagai salah satu fasilitas yang disediakan oleh homestay bagi wisatawan di Desa Kembang Kuning sebagai pelayanan kecantikan bagi tamu.

“Tentunya dengan adanya fasilitas ini maka akan meningkatkan daya jual untuk homestay, dan juga sebagai oleh-oleh untuk tamu yg berkunjung,” ujarnya.

Untuk itu, KKN Unram mendorong pemerintah daerah maupun provinsi untuk lebih mempermudah dan betul-betul memperhatikan para UMKM setempat. Ke depannya harus ada solusi dan dipermudah dalam proses pengurusan izin,seperti PIRT dan label Halal.

“Karena itu dasar bagi UMKM untuk mengembangkan hasil UMKM-nya di pasar lokal maupun modern. Itu sejalan dengan semangat program industrialisasi yg sering digaungkan oleh Gubernur NTB,” imbuhnya.