Proyek Jalan By Pass Bandara-Mandalika Masih Kekurangan Lahan

98
Pembangunan jalan By Pass Bandara-Mandalika. (Inside Lombok/istimewa)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya mengatakan, capaian pembangunan jalan By Pass Bandara-Mandalika sudah sesuai target.

Namun, ada persoalan di pengerjaan paket II dan III. Di mana, ada kekurangan lahan sekitar lima hektar. Lokasinya berada di desa Pengengat, Sukadana dan Mertak.

“Untuk di daerah-daerah galian. Karena kemarin ketika kita bebaskan itu 50 meter. Tapi kebutuhannya sebenarnya 50 meter lebih,”katanya.

Dia mencontohkan, ketika akan memangkas bukit dibutuhkan lokasi pengaman tebing. Pengaman tebing ini tidak bisa dibangun tegak lurus. Namun harus dibangun miring. Sehingga kebutuhan lahan inilah yang harus disediakan.

Pihaknya juga akan mengajukan izin tambang galian C kepada Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara. Hal itu dianggap perlu untuk mempercepat pendistribusian material pembangunan jalan By Pass.

Kalau itu tidak dilakukan, dikhawatirkan pembangunan jalan By Pass tidak akan sesuai target pada bulan Oktober nanti.

“Kita akan ajukan ini dengan maksud karena kebutuhan galian C ini sangat tinggi. Kalau mengikuti prosedur yang ada saat ini butuh waktu yang lama,”katanya.

“UU Minerba yang baru memungkinan pemerintah pusat memberikan kewenangan pemberian perizinan berusaha kepada pemerintah daerah provinsi. Delegasi untuk galian C ini,”katanya.

Adapun pembangunan tiga paket jalan By Pass Bandara-Mandalika dikerjakan oleh tiga kontraktor yaitu Nindya Karya Bumi Agung KSO. Kemudian Adhi Metro KSO serta PT Yasa Patria Perkasa.

Total Panjang Pembangunan Jalan Bypass Bandara – Mandalika yakni 17,363 km.