Proyek Pembangunan Rumdis Puskesmas Dasan Tapen Belum Serah Terima

136
Sekretaris Dikes Lobar, Arif Suryawirawan, saat ditemui di ruang kerjanya. Jum'at (20/11/2020). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Adanya dugaan ketidakpuasan karena molornya target proyek pembangunan Rumah Dinas (Rumdis) Puskesmas Dasan Tapen Gerung, menyebabkan cek-cok antara konsultan pengawas dengan oknum kontraktor proyek tersebut. Sehingga berakhir dengan pemukulan. Di mana proyek tersebut seharusnya berakhir pada 17 November lalu.

“Pada tanggal 17 November itu tim dari dinas datang untuk mengecek pekerjaan, tapi tim dinas kecewa dengan hasilnya” ungkap Zamhir Muayyadi, konsultan pengawas proyek pembangunan rumah dinas Puskemas Dasan Tapen tersebut, Jum’at (20/11/2020).

Kekecewaan Dinas Kesehatan terhadap proyek tersebut. Lantaran hingga hari yang seharusnya proyek tersebut selesai, justru masih banyak kekurangan.

“Seperti belum pasang daun pintu belum sampai hari ini pun belum dipasang, catnya masih belang-belang, banyak tidak rapi, ” imbuhnya.

Sehingga sudah melewati batas waktu perjanjian target selesainya proyek tersebut berakhir, serah terima pekerjaan belum dilakukan. Sehingga proyek tersebut dikatakan molor.

“Saya sebagai konsultan proyek harus profesional. Saya belum tanda tangan, saya akan oke kalau klien saya puas dan disini klien saya dinas. Kalau dinas kecewa ya ndak mungkin saya akan tanda tangan” tukas Zamhir.

Sekretaris Dikes Lobar pun membenarkan hal tersebut, bahwa setelah pihaknya turun untuk mengecek progres pembangunan rumah dinas tersebut, masih ada beberapa catatan yang perlu diperbaiki.

“Apa yang masih menjadi catatan itu lah yang kita minta ditindaklanjuti oleh kontraktor” kata Arif Suryawirawan, Sekretaris Dikes Lobar, saat dimintai keterangan, Jum’at (20/11/2020).

Ia pun menyebut, timnya akan turun kembali minggu depan untuk mengecek beberapa catatan tersebut apakah sudah diperbaiki.

“Belum ada serah terima resminya, belum kita terima. Karena itu kan harus di PHO dulu, itu ada timnya” imbuh dia.

Karena masih adanya beberapa catatan yang perlu ditindaklanjuti tersebut, pihak dinas belum berani menerima. Senin besok pihak dinas bersama pihak kontraktor rencananya akan kembali melakukan pertemuan untuk membahas tindak lanjut atas catatan-catatan yang masih perlu diperbaiki.

“Saya ndak tau cek-cok itu, karena pas kami datang mengecek ya banyak yang kami minta untuk dirapikan segala macam. Jadi mungkin numpuk jengkelnya kontraktor ini. Sehingga ketika berbicara dengan konsultan pengawas, mungkin terjadi cek-cok di sana” ungkapnya.

Karena dalam hal ini, pengawas proyek, disebutnya, merupakan tangan kanan dinas dalam mengawasi progres proyek yang sedang berjalan. Karena terkait teknis proyek pihak pengawas lah yang lebih memahami.

“Jadi kalau dia pengawasnya ndak mau, ya saya juga ndak berani terima” tandasnya.

Sehingga persoalan antara konsultan pengawas dengan oknum kontraktor tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Dikes sendiri.

Sementara itu, pihak kontraktor, Abu Bakar, saat dikonfirmasi mengaku bahwa tidak ada keterlambatan dalam progres proyek tersebut. Bahkan proyek tersebut akunya telah selesai dan telah dilakukan penyerahan (PHO).

“Kita sudah lakukan penyerahan 17 November kemarin” ketus Abu Bakar, saat dimintai keterangan melalui sambungan telepon, Rabu (18/11/2020) lalu.