PTM Penuh Mulai Digelar, Siswa Bisa Cepat Paham Materi Pembelajaran

26
Proses belajar mengajar yang sudah mulai normal di SDN 17 Mataram, Rabu (25/5). (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram sudah mengeluarkan izin pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) secara penuh. Kebijakan ini disambut baik, khususnya untuk meningkatkan semangat dan pemahaman peserta didik terhadap materi belajar.

“Sudah mulai (PTM penuh). Sesuai arahan Pak Walikota dan Kepala Dinas Pendidikan, diterapkannya sudah dari Selasa (24/5) kemarin. Jadi kita sudah mulai untuk PTM penuh masuk belajarnya sudah mulai normal,” kata Kepala Sekolah Dasar Negeri 17 Mataram, Fitriatun Aini, Rabu (25/5) di Mataram.

Ia mengatakan, selama pandemi Covid-19 pembelajaran lebih banyak dilakukan secara online atau sistem daring. Sistem pembelajaran ini disebut cepat membuat peserta didik merasa bosan. Selain itu, peserta didik tidak terlalu menguasai materi yang disampaikan oleh guru.

“Kebanyakan juga tidak bisa kita pungkiri, orang tua kewalahan dan anak-anaknya malas-malasan dan mau tidak mau orang tua yang mengerjakan,” ujarnya.

Selain itu, profesi wali murid di SDN 17 Mataram sangat beragam. Di mana, jam kerjanya ada yang sampai malam hari, sehingga tidak bisa membimbing anak-anaknya selama mengikuti pembelajaran secara daring.

“Anaknya disuruh belajar kan agak susah kalau tidak didampingi. Sedangkan orang tua tidak bisa mendampingi,” katanya.

Sistem pembelajaran secara daring diakui berdampak pada tingkat pemahaman siswa yang kurang terhadap materi yang diajarkan. Sehingga dengan adanya kebijakan PTM penuh bisa digelar kembali, maka pemberian materi pembelajar bisa dilakukan dengan maksimal.

“Kan anak-anak sudah mulai masuk normal yaitu masuk 07.30 dan pulang 12.30. Kalau satu kelasnya juga full sekarang. Rata-rata dalam satu kelas itu ada 20-23 siswa,” katanya.

Ditegaskannya, meski pelaksanaan sudah kembali normal seperti biasanya, SDN 17 Mataram tetap menerapkan protokol kesehatan di lingkungan sekolah. Seperti memeriksa suhu tubuh siswa, mencuci tangan dan tetap menggunakan masker bisa di dalam ruang kelas.

“Di dalam kelas juga tetap pakai masker,” tegasnya. Selain itu, semua peserta didik sudah divaksin hingga dosis kedua. Di mana, jumlah peserta didiknya mencapai 144 orang siswa.

“Kelas enam masih masuk tapi sudah ujian. Kalau kelas I – V saat ini masih tetap menerima materi pembelajaran karena akan ujian semester nanti pada awal Juni,” pungkasnya. (azm)