PTM Penuh Sudah Bisa Digelar di Mataram

27
Ilustrasi PTM (image source : bloktuban.com)

Mataram (Inside Lombok) – Pembelajaran tatap muka (PTM) secara penuh di Kota Mataram sudah mulai digelar awal pekan ini. Meski mulai bisa digelar secara normal, proses PTM diminta tetap menjaga protokol kesehatan (prokes).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Lalu Fatwir Uzali, Senin (23/5) di Mataram mengatakan, PTM penuh akhirnya digelar setelah melihat eskalasi kasus penularan Covid-19 menurun signifikan. Bahkan beberapa pekan terakhir tidak ditemukan kasus baru di Kota Mataram.

“Menindaklanjuti hasil rakor Bapak Walikota bersama seluruh OPD, salah satu keputusan yang diambil oleh Bapak Walikota adalah boleh dilaksanakannya PTM Penuh untuk sekolah-sekolah di lingkup Kota Mataram,” katanya.

Selain kasus Covid-19 yang sudah menurun, alasan lain diizinkannya PTM penuh agar para siswa memulai aktivitas seperti sebelumnya. Karena hal ini juga yang diharapkan oleh para orang tua siswa.

“Saya sudah menginstruksikan kepada seluruh sekolah negeri dan swasta dalam manajemen Disdik Kota Mataram untuk segera menyiapkan SDM sekolah dan infrastruktur/sarana dan prasarana kesuksesan PTM penuh tersebut,” ujarnya.

Meski PTM penuh sudah bisa digelar, pihak sekolah diminta untuk menyiapkan alat-alat pencegahan Covid-19. Seperti penggunaan masker, handsanitizer, alat-alat cuci tangan dan thermogun atau alat pemeriksa suhu tubuh.

“Hal lain alat-alat pencegahan menjadi atensi kami Disdik seperti pemakaian masker, handsanitizer, cuci tangan dengan sabun, thermogun wajib diaktifkan setiap hari di sekolah tanpa kecuali,” tegasnya.

Dinas Pendidikan Kota Mataram akan tetap memantau langkah-langkah pencegahan yang dilakukan. Sehingga PTM penuh yang digelar tidak berdampak pada peningkatan kasus Covid-19 di Kota Mataram. “PTM penuh ini akan kami monitor terus menerus dan mengingatkan para kepala sekolah tentang alat pencegahan,” tegasnya.

Ditambahkan, pencegahan tidak saja untuk penularan Covid-19 melainkan juga penyakit menular lainnya seperti demam berdarah dengue (DBD), dan hepatitis. “Termasuk pencegahan pandemi lainnya seperti hepatitis, DBD, dan kebersihan tubuh para siswa,” pungkasnya. (azm)