Puluhan Ekor Sapi di Lobar Terindikasi PMK

64
Sapi milik peternak di Lobar, saat dinas pertanian turun memeriksa beberapa waktu lalu. (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Puluhan ternak jenis sapi Bali dan Simental di dua kecamatan di Lombok Barat (Lobar) dilaporkan menunjukkan gejala penyakit mulut dan kuku (PMK). Indikasi penularan tersebut ditemukan antara lain di Gerung dan Narmada.

Kepala Dinas Pertanian Lobar, H. Lalu Winengan menuturkan berdasarkan hasil temuan pihaknya di lapangan, sudah mulai ada sapi yang terindikasi gejala PMK. Salah satu gejala yang gampang diamati adalah mulut ternak berbusa.

“Gejala ini dengan mulut berbusa dan bawaannya tidak nafsu makan. Indikasi ini sudah kami tangani dengan vitamin,” ujarnya, saat sedang turun meninjau kandang peternak di wilayah Batu Kuta, Kamis (19/05/2022).

Dari hasil pengecekan yang dilakukan pihaknya di pasar hewan, didapati sekitar 10 ternak sapi terindikasi PMK. Sedangkan di Desa Kebon Ayu, Dusun Penarukan Daye terdapat lima ekor sapi yang mulai terindikasi. Begitu pun di kawasan Batu Kuta, Narmada didapati sekitar delapan ekor sapi yang bergejala PMK.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya akan segera mengambil tindakan untuk vaksinasi ternak. Antara lain dengan mengerahkan seluruh dokter hewan dan petugas kesehatan hewan (keswan) di Lobar.

“Kami akan segera memberikan penanganan dengan vaksinasi. Hal ini sebagai bentuk tindakan agar (PMK) ini tidak mewabah luas pada hewan ternak di Lobar,” lugasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengatur penutupan sementara pasar hewan, hingga batas waktu yang belum ditentukan. Bahkan, pengecekan aktivitas Rumah Potong Hewan (RPH) pun akan dilakukan berkala.

“Sementara, kami juga akan mengecek jagalnya juga. Jangan sampai nanti hewan yang sakit itu ikut dipotong. Dengan begitu bisa mencegah penularan, sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar pada peternak,” harap Winengan.
Di sisi lain, ia juga mengimbau agar para peternak tidak perlu panik berlebihan terkait wabah yang tersebut. Karena pihaknya akan melakukan berbagai upaya antisipasi, termasuk mengerahkan seluruh petugas keswan yang ada tanpa memungut biaya apapun dari peternak.

“Mulai hari ini, gerakan akan dilakukan untuk penyuntikan gratis, dengan mengerahkan seluruh petugas PPL petugas kesehatan hewan,” jelas Winengan. Dengan begitu, para peternak juga diminta kooperatif untuk cepat melapor bila mendapati gejala PMK ada pada ternak mereka.

“Kami dari pemerintah yang menangani peternakan akan melakukan upaya. Bagi sapi yang sehat akan diberikan vitamin atau divaksinasi. Sedangkan bagi sapi yang mempunyai gejala akan dikasih antibiotik,” ujarnya. (yud)