Puluhan Tahun Mengidap Tumor Kulit, Gadis di Sekarteja Butuh Uluran Tangan Pemerintah

452
Eli Saomaeni penderita kanker kulit saat di dampingi bidan desa, Kamis (27/01/2022). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi)

 

Lombok Timur (Inside Lombok) – Eli Saomaeni, gadis berusia 23 tahun asal Lingkungan Sekar Anyar, Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong, Lombok Timur telah mengidap tumor kulit di wajahnya sejak puluhan tahun silam. Penyakit tumor kulit yang dideritanya semakin membesar, menutupi sebagian wajahnya.

Eli sendiri sudah beberapa kali dibawa ke dokter untuk dilakukan tindakan medis, bahkan ia juga telah menjalani tindakan operasi ke Pulau Bali. Operasi pertama dilakukan sejak ia masih kelas empat SD, kemudian operasi kedua ketika ia kelas lima SD.

“Sudah tiga kali kita bawa operasi, terakhir kita operasi pada tahun 2019 lalu di Bali,” kata orang tua Eli, Qoriatur Saumi saat ditemui di rumahnya, Kamis (27/01).

Dalam menjalani operasi maupun perawatan, keluarga Eli hanya mengandalkan kartu BPJS Kesehatan, donatur, dan bantuan dari Pemkab Lotim sendiri. Namun sejak operasi terakhir, Eli mengaku sudah tak ada lagi bantuan, sehingga untuk pengobatannya saat ini terkendala biaya.

“Setelah dilakukan operasi ketiga itu belum ada perubahan, malah sekarang semakin besar sampai menutup mata anak saya,” tutur Saumi.

Kondisi Eli yang semakin parah membuat orang tuanya semakin gelisah, sehingga bertekad untuk membawa Eli untuk operasi keempat kalinya. Akan tetapi operasi itu tak bisa dilakukan lantaran terkendala Covid-19 dan juga biaya.

“Akibat terkendala makanya sampai saat ini kita belum bisa lakukan operasi lagi,” ucapnya. Saumi yang kesehariannya menjadi tukang jahit itu, berharap pemerintah daerah, baik Pemda Lotim maupun Pemprov NTB bisa membantu proses percepatan operasi anaknya dan biaya makan minum selama di Bali nanti.

Sementara itu, Eli Saomaeni menyampaikan harapan paling besar yang ingin diwujudkannya yakni agar operasi penyakitnya segera dilakukan. “Saya sudah lelah dengan penyakit ini, saya berharap semoga Pemkab Lotim bisa membantu biaya hidup selama di Bali ketika operasi nanti,” pintanya.

Lurah Sekarteja, Zulkifli Menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencarikan biaya dan pengobatan Eli. Termasuk mencari bantuan di Pemkab Lotim untuk membantu biaya hidup Eli dan keluarga selama berobat di Bali.

“Kita sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak. Terakhir saat operasi ketiga kita dapat biaya Rp4 juta dari Pemkab Lotim,” jelasnya. Saat ini pihaknya juga tengah mencari bantuan kepada sejumlah pihak untuk melangsungkan operasi yang tertunda sejak tahun 2019 lalu, agar nantinya Eli bisa segera tertangani. (den)