PUPR: Jembatan Pejeruk-Banjar Sudah Dimanfaatkan Warga

Jembatan penghubung di Pejeruk Abian, Ampenan dengan Banjar atau dikenal "Repok Bebek" Kelurahan Dasan Agung Baru sudah dimanfaatkan warga Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. (Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan proses pembangunan fasilitas jembatan penghubung di Pejeruk Abian, Ampenan dengan Banjar atau dikenal “Repok Bebek” Kelurahan Dasan Agung Baru sudah rampung dan kini jembatan itu sudah dimanfaatkan oleh warga sekitar.

“Antusis masyarakat memanfaatkan jembatan itu cukup tinggi, hal itu terlihat begitu jembatan rampung warga langsung memanfaatkan jembatan untuk berbagai aktivitas mereka,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Miftahurrahman di Mataram, Jumat.

Bahkan, lanjutnya, tidak sedikit warga yang menyebutkan jembatan itu bisa menjadi objek wisata dan rekreasi baru masyarakat. Apalagi, jembatan ini terintegrasi dengan Taman Bako (bawah kokok) yang Pejeruk Abian.

Miftahurrahman menyebutkan, beberapa fasilitas pendukung yang baru selesai dibangun dengan anggaran Rp190 juta itu adalah, tangga, bronjong, reli jembatan dan ornamen bagian atas jembatan. Pasalnya, jembatan itu mengambil konsep seperti halnya jembatan di Sungai Ciliwung, Jakarta.

“Bagian atasnya dipasangkan aksesori seperti pipa-pipa melingkar, yang ke depannya akan dilengkapi ornamen lampu hias agar terlihat lebih menarik pada malam hari,” katanya.

Dikatakan, dalam operasional jembatan tersebut tidak dilakukan uji coba seperti Jembatan Dasan Agung, karena ukuran jembatan yang relatif kecil hanya untuk untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

“Jembatan yang dibangun dari anggaran APBD Kota Mataram sebesar Rp1,1 miliar itu memiliki lebar hanya sekitar 1,5 meter hingga 2 meter, dengan panjang sekitar 40 meter,” sebutnya.

Keberadaan jembatan penghubung Pejeruk Abian dan Banjar ini sudah lama dinanti masyarakat sekitar, untuk mempersingkat akses masyarakat yang hendak ke kelurahan yang berada di seberang Kali Jangkuk.

Selama ini, masyarakat yang ingin ke Pejeruk Abian maupun ke Banjar, harus berputar dari Jembatan Ampenan, yang tentunya membutuhkan waktu lebih lama. (Ant)