Pusat Pemerintahan Mataram akan Bergeser ke Lingkar Selatan

Gapura Tembolak yang akan terintegrasi dengan Kantor Wali Kota Mataram di Jalan Lingkar Selatan. (Inside Lombok/ANTARA News/Humas)

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan pusat pemerintahan dan pelayanan masyarakat akan bergesar ke Lingkar Selatan, sebab kantor yang ada saat ini sudah kurang representatif.

“Kami bukannya ikut-ikutan memindahkan Ibukota Negara Republik Indonesia ke Provinsi Kalimantan Timur, namun kondisi kantor sekarang kurang representatif,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh di Mataram, Kamis.

Pernyataan itu disampaikan secara terbuka oleh wali kota dalam sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Mataram dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun XXVI Kota Mataram.

Wali kota mengatakan, halaman kantor wali kota saat ini sangat sempit sehingga pemerintah kota sering ditegur ketika melaksanakan apel, upacara atau kegiatan-kegiatan lainnya yang menggunakan badan jalan dan mengalihkan arus lalu lintas.

Selain itu, kantor wali kota saat ini juga berada persis di seberang jalan Kantor Gubernur NTB. Karenanya, selama ini Pemerintah Kota Mataram tidak pernah melaksanakan upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI.

“Hal itu pernah disinggung, ada empat daerah yang tidak pernah melaksanakan kegiatan detik-detik proklamasi karena berbagai alasan, salah satunya Kota Mataram,” katanya.

Selain itu, dengan beban kerja yang terus meningkat dibutuhkan fasilitas pelayanan yang luas dan lebih maksimal karenanya kantor yang representatif bisa mendukung peningkatan serta kinerja yang lebih baik.

Oleh karena itu, pemerintah sangat berharap dukungan dari kalangan DPRD Kota Mataram untuk memulai proses pembangunannya di tahun 2020 dengan sistem alokasi anggaran yang ada.

“Meskipun, kantor wali kota rampung dibangun setelah masa jabatan saya berakhir yang penting wali kota-wali kota berikutnya bisa menempati gedung baru dan lebih representatif,” ujarnya.

Dikatakan, pemindahan pusat pemerintahan Kota Mataram ke wilayah Lingkar Selatan telah diawali dengan pembangunan “Gerbang Tembolaq” dan nantinya terintegrasi dengan “green belt” serta Tugu Mataram Metro.

Berdirinya “Gerbang Tembolaq” yang berwarna-warni, lanjutnya, menggambarkan keberagaman yang bernaung di satu wadah yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi semua pihak.

Keragaman masyarakat Kota Mataram adalah kekuatan, dan semua memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam satu bingkai kota yang menjadi kebanggaan bersama.

“Kami berharap dengan pemindahan ini, jalannya roda pemerintahan dan pembangunan bisa lebih baik lagi dan seluruh masyarakat Kota Mataram bisa merasakan kesejahteraan secara lebih merata,” katanya. 3 (Ant)