Ratusan Ekor Sapi di Loteng Positif PMK, Penyebaran di Praya Tengah dan Jonggat

36
Ilustrasi penyakit mulut dan kaki sapi (Image source BBC)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi ternak di temukan di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Konfirmasi kasusnya bahkan mengalami peningkatan cukup signifikan, yaitu mencapai 150 kasus. Jumlah tersebut naik sekitar 83 kasus, di mana sebelumnya hanya ditemukan 67 kasus.

“Kemarin kan baru 67 ekor, tapi sekarang ada penambahan 150 di kecamatan lain,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Loteng, Taufiqurrahman, Kamis (12/5/2022). Berdasarkan laporan yang diterimanya dari tim yang bertugas di lapangan, jenis penyakit tersebut sudah ditemukan di wilayah Kecamatan Jonggat.

“Kemarin hanya di Kecamatan Praya Tengah saja, sekarang sudah ada di Kecamatan Jonggat di Desa Barejulat dan desa Puyung,” terangnya. Lebih lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan di Laboratorium Denpasar Bali ditemukan bahwa 1 positif dan 6 negatif dari jumlah sampel yang diserahkan.

Sementara itu, pihaknya berupaya melakukan penanganan dan pengobatan yang dilakukan oleh Dispertan seperti melakukan penyemprotan disinfektan di masing-masing kandang. “Kalau untuk pencegahan kita akan lakukan penutupan terhadap Pasar Sapi seperti yang ada di Pasar Sapi Gerantung dan Bara Bali. Penutupan mulai kemarin sampai tiga minggu ke depan,” ujarnya.

Diketahui, penyakit tersebut menyerang ternak di Loteng seperti sapi, kambing, dan lain-lain dengan gejala mulut berbusa. Kasus ini pertama kali ditemukan di Desa Kelebuh Kecamatan Praya Tengah Loteng. Untuk itu sosialisasi juga akan dilakukan kepada masing-masing pedagang maupun juragan yang sering ke pasar agar tidak keluar. (fhr)