Rekrutmen Tenaga Marshal untuk MotoGP Mandalika Terkesan Tertutup

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Rekrutmen calon tenaga marshall untuk MotoGP di sirkuit Mandalika dinilai terkesan tertutup. Hal itu lantaran 450 orang calon tenaga marshal ini sudah menjalani pelatihan pada Selasa (6/4/2021) pagi. Sementara informasi terkait dengan kapan rekrutmennya tidak tersebar luas di tengah masyarakat.

PLT Asisten II Setda Lombok Tengah, Triwijaya Astuti di sela-sela kegiatan pendidikan marshall tersebut mengatakan, dirinya hanya ditugaskan oleh Wakil Bupati Lombok Tengah, HM.Nursiah untuk mengawal proses pelatihan Marshal tersebut. Adapun terkait dengan data dan kapan rekrutmen tenaga marshall ini tidak diketahuinya secara pasti.

“Kalau masalah data itu memang saya tidak kompeten (untuk jelaskan). Saya hanya ditugaskan Pak Wabup untuk mengawal ini. Sudah ada datanya,”katanya.

Menurutnya, rekrutmen calon tenaga marshall untuk MotoGP ini memang mendesak untuk dilakukan. Kalau diumumkan secara terbuka, dikhawatirkan pemerintah dan juga PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) kesulitan untuk melakukan seleksi.

“Soalnya ini sangat mendesak. Jadi kalau terbuka diumumkan gitu mungkin akan susah (rekrutmen). Jadi rekrutmennya itu kelompok Poltekpar, IMI, kemudian kelompok pemuda,”katanya.

Kelompok pemuda yang diutamakan menjadi tenaga marshal di MotoGP ini adalah pemuda-pemuda yang ada di sekitar Mandalika. “Kelompok pemuda sekitar 60 persen di kecamatan Pujut,”ujarnya.

Adapun pelatihan ini hanya berlangsung selama satu hari. Akan tetapi, proses penetapan tenaga marshal terpilih masih lama.

Dia menjelaskan, tidak semua pemuda yang menjalani pelatihan tersebut akan dipilih menjadi tenaga marshall. Namun akan diseleksi menjadi 350 orang yang akan terpilih.

“Masih dilatih dulu dan perkenalan marshal dulu. Kemudian akan dilihat bagaimana skill dan attitude-nya nanti baru diseleksi,” ujarnya.

Yang jelas, sebelum gelaran MotoGP pada bulan Oktober mendatang, tenaga marshal ini sudah siap.

Sementara itu, Head Operation Sporting Mandalika International Street Circuit, Dyan Dilato mengatakan, 450 orang yang diberi pelatihan marsha sebagian besar adalah dari kelompok pemuda. Mereka dilatih agar memahami tugas dan fungsi marshal.

“Setelah pelatihan ini akan ada lagi pelatihan lanjutan namun nanti setelah sirkuit jadi,”katanya.

Dalam pelatihan itu dijelaskan kalau para petugas marshall adalah pekerja yang bertanggung jawab atas keselamatan para pesaing balap motor .

Mereka ditempatkan di berbagai titik bahaya di sekitar trek balap untuk membantu pebalap jika terjadi tabrakan, kecelakaan, atau masalah trek. Sehingga setiap marshal harus memahami tugas dan fungsinya terutama memahami penggunaan bendera.

“Untuk menjadi marshal terutama sekali harus smart dan lincah karena seorang marshall terutama flag marshal bisa memegang sampai delapan bendera dengan warna yang berbeda.

“Jadi dia harus terus memperhatikan jalannya race terutama di dalam areanya,” kata Dyan.