Rendah, Kepatuhan Penggunaan Peduli Lindungi di Kantor Walikota Mataram

Pengunjung saat melakukan barcode peduli lindungi di kantor Walikota Mataram beberapa waktu lalu. (Inside Lombok/dok)

Mataram (Inside Lombok) – Penerapan aplikasi Peduli Lindungi di Kantor Walikota Mataram tidak berjalan maksimal. Pasalnya, ASN maupun pengunjung yang melakukan pemindaian barcode pada saat memasuki kantor Walikota Mataram sangat rendah.

Juru Bicara satgas Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa Kamis (25/11) di Mataram mengakui minimnya ASN dan pengunjung yang menggunakan barcode Peduli lindungi. Padahal, keberadaan barcode tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah sudah vaksin atau tidak. Selain itu, bisa memberikan informasi apakah sudah terpapar Covid-19 atau tidak.

“Penggunaan aplikasi ini karena tidak diawasi. Sehingga penggunaan ini tinggal pengawasan saja, dan ini menjadi bahan evaluasi,” katanya.

Setelah uji coba yang dilakukan selama seminggu lalu, seharusnya ASN lingkup Pemkot Mataram dan para pengunjung memiliki kesadaran untuk menggunakan aplikasi tersebut. Padahal, pada masa Pandemi Covid-19 ini penggunaan aplikasi peduli lindungi bisa menjadi kebiasaan baru di tengah masyarakat.

“Ini memang harus tetap kita awasi. Himbauan kepada para pegawai tetap dilakukan. Namun kesadaran untuk menggunakan aplikasi peduli lindungi tersebut memang belum ada kesadaran. Kita selalu menekankan aplikasi ini hadir untuk membantu pemerintah dan kita semua agar nyaman di tempat kerja,” ujar Nyoman.

Penggunaan aplikasi Peduli Lindungi sudah dilakukan di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Kota Mataram. Terutama di OPD – OPD yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. “Sudah di OPD utama seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan juga sudah. Ada juga di Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata. Banyak yang sudah,” sebutnya.

Meski tidak diawasi harap Nyoman, para pegawai dan pengunjung harus memiliki kesadaran untuk menggunakan aplikasi tersebut. Karena tanpa dukungan masyarakat, akan sulit untuk memaksimalkan penggunaan aplikasi yang sudah disiapkan.

“Apapun itu tanpa partisipasi dan dukungan semua pihak ya tidak akan efektif,” ucapnya. Untuk diketahui, pada Kamis (25/11) hingga pukul 10.30 Wita hanya satu orang yang sudah melakukan pemindaian barcode pada aplikasi yang sudah disiapkan di Kantor Walikota Mataram. tersebut. (azm)